Layang-Layang Replika Serangga, Ukuran Empat Meter Dihargai Rp 250 Ribu
Musim telah berganti dari penghujan ke kemarau. Hari-hari inilah yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang hobi dengan layang-layang
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Musim telah berganti dari penghujan ke kemarau. Hari-hari inilah yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang hobi dengan layang-layang, karena mereka bisa menerbangkan layang-layang dengan berbagai bentuk dan rupa ke langit yang cerah.
Bukan hanya sekadar hobi, sebagian pencinta layang-layang justru dapat meraup untung atas kreatifitas membuat layang-layang tersebut. Sebagaimana yang dialami kelompok pemuda penghobi layang-layang di Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu. Yakni, Hada, Abdul, dan Ibnu.
Mereka dapat merakit layang-layang dengan bentuk unik. Bahkan ada yang menyerupai binatang seperti kupu-kupu, capung, dan belalang. Hasil karya mereka tersebut lantas diterbangkan ke udara wilayah sekitar.
Karya trio pemuda ini pun berhasil mencuri perhatian masyarakat, karena bentuknya yang mirip binatang itu. Alhasil sejumlah warga terpikat untuk mendekat dan bahkan ada yang ingin memilikinya.
"Dulu sekitar 2014, kami pernah dihampiri orang yang langsung menawar layang-layang yang kami buat. Saya menawarkannya Rp 100 ribu dan tanpa pikir panjang orang itu langsung membelinya," ujar Hada.
Dari situlah, Hada dan kawan-kawannya mulai menerima pesanan dari mereka yang ingin memiliki layang-layang beraneka bentuk. Sementara ini, mereka sudah berhasil membuat layang-layang dengan bentuk kelelawar, burung elang, burung bangau, kupu-kupu, capung, lebah, belalang, dan model pesawat.
Selama ini Hada bersama rekannya memasarkan layang-layang itu dari jaringan teman serta dari mulut ke mulut. Serta media sosial Facebook. Hada dan kawan-kawan menjual layang-layang berdasarkan ukuran dan tingkat kesukarannya. Ukuran dua meter ditawarkan Rp 100 ribu dan empat meter Rp 250 ribu. Mereka merakit layangan ini hanya pada saat musim kemarau, setelah musim panen padi.(didik budiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/layang-layang-replika-serangga-hiasi-langit_20170501_201435.jpg)