TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Dua hari menjelang dilantik menjadi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Lampung Tengah.
Khofifah yang berpasangan dengan Emil Dardak akan dilantik pada Rabu (13/2/2019).
Khofifah yang mantan Menteri Sosial menghadiri acara deklarasi Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) Provinsi Lampung di Pondok Pesantren Walisongo, Wates, Lampung Tengah, Senin (11/2/2019).
Menariknya, Khofifah yang berstatus "Gubernur Terpilih Jatim" berdampingan dengan Arinal Junaidi yang juga berstatus "Gubernur Terpilih Lampung".
Arinal yang berpasangan dengan Chusnunia Chalim akan dilantik menjadi Gubernur Lampung pada Juni 2019, menggantikan pasangan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri.
• KULINER LAMPUNG- Nasi Kapau Tambusu ala Rumah Makan Nasi Kapau Uni Yanti Gobah Bikin Bergoyang Lidah
• KULINER LAMPUNG - Rasakan Sensasi Pedas Menggoda yang Ditawarkan Warung Jawara Cabe Ijo Way Halim
Khofifah banyak memuji pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Di antaranya, soal akuisisi PT Freeport yang ia sebut sebagai sebagai kesuksesan pemeritah.
"Itu adalah nikmat yang Allah berikan kepada bangsa Indonesia melalui Pak Jokowi," ujar Khofifah.
Khofifah menjelaskan, baru di pemerintahan Jokowi Indonesia berhasil memiliki 51,2 persen saham PT Freeport di Papua.
Untuk itu, ia mengajak warga Nahdlotul Ulama (NU) Lamteng untuk mendukung pencalonan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Kalau ada pintu kenapa lewat jendela. Kalau ada nomor satu kenapa pilih nomor dua," begitu bunyi pantun yang ia serukan kepada hadirin.
• Tembakan Misterius ke RM Sederhana, Etalase Berlubang dan Serpihan Kaca Bercampur ke Makanan
Rahasia Khofifah
Pasangan Khofifah-Emil Dardak memenangi Pilgub Jatim. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memandang pertarungan antara Khofifah Indar Parawansa dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pada Pilkada Jawa Timur cenderung bersifat tradisional.
Menurut peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby, salah satu aspek pertarungan di Pilkada Jatim adalah antara golongan nahdliyin dan nasionalis.
"Jatim itu pertarungan yang sifatnya tradisional antara Khofifah-Gus Ipul," kata Adjie di Kantor LSI Denny JA di Jakarta, Rabu (27/6/2018).
Adjie menuturkan, faktor citra atau image petahana tidak terlalu kuat melekat pada Gus Ipul. Padahal, Gus Ipul merupakan petahana Wakil Gubernur Jatim.
• Tagih Uang Miliaran Rupiah ke Malaysia, Bos Tekstil Asal Bandung Diduga Dimutilasi. Ini 6 Faktanya
Namun demikian, citra Gus Ipul sebagai petahana yang memiliki pengalaman dapat disaingi oleh citra Khofifah yang pernah menjabat sebagai menteri pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Khofifah pernah menduduki jabatan Menteri Sosial.
Selain itu, pada Pilkada lima tahun silam, selain Gus Ipul, ada sosok Soekarwo yang memiliki pengaruh di basis nasionalis.
Sehingga, kala itu terbentuk kombinasi dukungan yang besar, yakni nahdliyin dan nasionalis.
Akan tetapi, pada Pilkada kali ini, dukungan basis nahdliyin terbagi pada Khofifah dan Gus Ipul.
Namun, terkait dukungan dari basis nasionalis, sosok Emil Dardak cukup berperan dalam menyedot suara.
"Hasil pengamatan kami, Emil bisa menarik pemilih meskipun PDI-P mendukung Gus Ipul. Puti (Guruh Soekarno) tidak mampu mengambil kantong suara nasionalis," sebut Adjie.
Salah satu kunci kemenangan Khofifah dalam Pilkada Jatim, imbuh Adjie, adalah ia secara personal kuat di basis Nahdlatul Ulama (NU).
• Inilah 11 Daftar Film Beserta Sinopsis dan Trailernya yang Tayang di Bioskop Bandar Lampung Hari Ini
Selain itu, Khofifah juga unggul secara gender, yakni pada basis pemilih perempuan yang memiliki kecenderungan lebih loyal.
Faktor lainnya adalah Emil dapat mendongkrak perolehan suara Khofifah ketimbang peran Puti dalam mendongkrak suara Gus Ipul pada kantong nasionalis.
Hasil hitung cepat atau quick count LSI Denny JA menunjukkan pasangan Khofifah-Emil memenangkan Pilkada Jatim dengan perolehan suara 54,29 persen.
Sementara itu, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno memperoleh 45,71 persen suara.
Angka ini bukan hasil penghitungan resmi. KPU akan melakukan rekapitulasi hasil suara hingga 9 Juli 2018.(*)