TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Pemuda Muhammadiyah Mesuji Lampung gaungkan gerakan Ayo Membeli Produk UMKM untuk mebantu para pelaku UMKM di Mesuji, Rabu (18/8/2021).
Sebelumnya diberitakan sejumlah pelaku usaha UMKM di Kabupaten Mesuji menginginkan produknya dapat dijual di Rest Area KM 234, Rabu (18/8/2021).
Mengingat jalur tersebut sering dilintasi para pengendara dari luar kota bahkan provinsi.
Namun, menurut Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mesuji Elvita, permasalahan produk UMKM di Kabupaten Mesuji dinilai masih belum layak baik kemasan dan harga jual.
"Seperti harus miliki izin minimal PIRT, kemasan yang modern dengan dicantumkannya brand produk dan harga jual yang bisa bersaing," ujarnya.
Baca juga: DPO Setahun, Polres Mesuji Lampung Ringkus Tersangka Pencurian Sarang Burung Walet
Hal ini membuat kesempatan untuk dipasarkan di Rest Area KM 234 tidak terlaksana.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemuda Muhammadiyah Mesuji mencoba berinisiatif melakukan "Gerakan Ayo Membeli Produk UMKM".
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Mesuji Fajarullah mengatakan, meski upaya ini hanya gerakan kecil, ia berharap dapat meringankan beban para pelaku UMKM khususnya di masa pandemi covid-19.
"Setidaknya mereka tidak merasa sendiri," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, dampak pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak setahun lalu, sangat terasa berat bagi kalangan pelaku usaha mikro di Kabupaten Mesuji.
Baca juga: 6 Hektare Sawah di Mesuji Lampung Diserang Hama Tikus
Bahkan, lanjut Fajar, beberapa pelaku usaha mengaku pendapatan mereka tinggal tersisa 20-30 persen dengan ketidakpastian kapan akan berakhir.
Selain itu, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi PDPM Mesuji, Apriadi mengatakan gerakan tersebut dilakukan sebagai upaya ikut mendukung eksistensi UMKM Mesuji atas dampak pandemi Covid-19.
"Sebagai kado Peringatan HUT RI ke-76, PDPM Kabupaten Mesuji memfasilitasi beberapa produk UMKM ke Rest Area 234," jelasnya.
Adapun bentuk kegiatan ini, kata Apriadi, dengan mengkongsinasikan produk UMKM tersebut ke beberapa outlet di Rest Area 234.
"Nanti hasil penjualannya akan kita putar kembali untuk membeli produk UMKM yang lain dan begitu seterusnya," Ujarnya.
Dengan pola ini, Aparidi berharap tidak ada pihak yang dirugikan sebab produk yang dimasukkan itu sudah dilunasi oleh PDPM sebelum diserahkan ke outlet.
"Dan pemilik outlet sudah menyediakan tempat bagi produk-produk UMKM yang kita tawarkan," tambahnya.
Lebih lanjut, beberapa pelaku usaha UMKM di Kabupaten Mesuji mengaku alami kesulitan dalam menjual produknya.
Seperti nasip yang dialami pelaku usaha UMKM dengan produk jamur tiram krispi di Desa Pancawarna Kecamatan Wayserdang bernama Wiwik (40).
Menurutnya saat ini sedikit susah dalam memasarkannya karena tidak miliki outlet yang strategis dan hanya dititipkan ke warung terdekat saja.
"Walaupun rasanya sangat sulit, mudah-mudahan kami bisa bertahan," ujarnya.
Wiwik mengaku pernah mencoba berinovasi dengan menerobos Rest Area di jalur jalan tol Mesuji sebagai alternatif pemasaran tapi lagi-lagi, akses untuk itu sangat terbatas.
Oleh karenanya, melalui upaya PDPM Mesuji ini, ia berharap dapat menjadi solusi alternatif.
"Terlebih, produk jamur kripsi kami juga sudah bersertifikat halal dari MUI," ungkapnya.
Baca juga: 4.749 Penduduk Kabupaten Mesuji Lampung Pindah ke Luar Daerah
Selain jamur krispi, beberapa produk yang juga dibawa oleh PDPM Mesuji ke Rest Area 234 antara lainlain berupa Ikan asin gabus dari UMKM Wiralaga, kerupuk kemplang Mesuji dan Kerupuk ikan Mesuji. ( Tribunlampung.co.id / M Rangga Yusuf )