Universitas Muhammadiyah Metro

Edi Ribut Harwanto Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro Jelaskan Kode Etik Wartawan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dr. Edi Ribut Harwanto, S.H. M.H., dosen ahli Hukum Pidana Ekonomi dan Hak Kekayaan Intelektual Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Metro  menjawab salah satu pertanyaan wartawan pada sesi tanya jawab saat mengisi aacara Dialog Publik di hadapan para pengurus  Pimpinan Daerah Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Provinsi Lampung dan Pengurus DPC KWRI Metro di Balai Wartawan Kota Metro

Di tempat terpisah Ketua DPC KWRI Kota Metro terpilih, MK Hanafi MT  mengatakan, ucapakan terimakasih kepada Asst. Prof. Edi Ribut Harwanto S H M H atas waktu dan kesediaanya untuk mengisi acara dialog publik pada acara Musda KWRI Kota Metro kali ini. Masukan yang kritis dan analitik serna membangun dan sangat bermanfaat bagi kami para wartawan mendapat mencerahan yang cukup baik.

Beliau ada mantan wartawan investasi Lampung Post yang tentu memiliki pengalaman dalam dunia jurnalistik dan di dukung dengan kemampuan akademik sebagai dosen ahli hukum pidana ekonimi dan hak kekayaan inteletual serta seorang praktisi hukum pengacara. Sebuah kolaborasi keilmuan yang tidak bisa di miliki sembarang orang.

Selanjutnya, kami ingin para wartawan nanti ke depan untuk bekerja sama dengan Fakultas Hukum UM Metro dalam rangka peningkatan SDM wartawan dalam dunia jurnalistik dan ilmu hukum. “Terimakasih kepada bapak Edi, dialog publik membahas mengenai persoalan delik pers dll, sangat menarik dan isu yang dibahas merupakan perkambangan kekinian yang sangat bagus sebagai koreksi bagi kami para pekerja pers,“ kata Hanafi.

Mudai Yunus wartawan senior pemandu acara diskusi mengatakan, kemampuan dan kecakapan Edi Ribut pemahaman ilmu jurnalistik cukup matang, karena belasan tahun beliau menjadi wartawan kriminal dan investigasi ditambah kemampuan akademik dan praktisi hukum.

Pandangan kritis tegas dan lugas dalam  pemaparan materi sangat diapresiasi para peserta pengurus KWRI yang hadir dari berbagai daerah di provinsi Lampung. Materi yang disamapikan cukup mengena kepada wartawan, dan memasukan unsur profetis dogma dalam menuntun kinerja wartawan. Benar, seorang wartawan dalam bekerja harus mengunakan hati nurani, hati nurani berhubungan dengan instuisi seorang wartawan yang di lanjutkan oleh akal pikiran dan di logikan dalam bentuk tulisan. Nilai filsafat mendalam dan bermakna.

“Saya sebagai rekan seangkatan beliau dulu saat menjadi wartawan sangat bangga, memiliki kawan yang cara menyamapaikan paradigmanya maju, kritis, santun makna dalam dan mudah dipahami oleh insan pers,” kata Mudai Yunus yang juga alumni Fakultas Hukum UM Metro angkatan pertama.(*)

Berita Terkini