Apa Itu

Apa Itu Akulturasi, Cek Bedanya dengan Asimilasi

Banyak yang mengira akulturasi mirip dengan asimilasi. Padahal keduanya berbeda. Lalu apa itu akulturasi? Berikut penjelasan selengkapnya.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Pixabay/Murtaza Ali
Ilustrasi kebudayaan India. Apa Itu Akulturasi, Cek Bedanya dengan Asimilasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pembahasan tentang apa itu akulturasi biasanya masuk di materi ilmu sosial, tepatnya di materi proses sosial.

Banyak yang mengira istilah ini mirip dengan asimilasi. Padahal keduanya berbeda. Lalu apa perbedaan akulturasi dengan asimilasi?

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menuliskan akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi.

Istilah ini juga dimaknai dengan proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakatm sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu.

Sementara dalam lingkup linguistik, pengertian akulturasi merupakan proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa ditandai oleh peminjaman atau bilingualisme.

Baca juga: Apa Itu Ovipar dan Contohnya

Secara umum, akulturasi bisa diartikan sebagai proses peleburan kebudayaan tertentu tanpa menghilangkan ciri khas budaya masyarakat tersebut.

Proses akulturasi di tiap lingkungan masyarakat berbeda, bergantung pada karakteristik masyarakatnya serta bagaimana mereka menyikapi kebudayaan asing tersebut.

Contoh akulturasi

Berikut ini contoh akulturasi:

a. Rumah dengan gaya arsitektur Cina di daerah Rembang dan Lasem, Jawa Tengah.

Baca juga: Apa Itu Kalimat Imperatif, Si Kalimat Perintah

Akulturasi ini tidak menghilangkan fungsi utama sebuah rumah sebagai tempat tinggal dan tempat berteduh.

b. Kesenian Gambang Kromong Akulturasi kesenian ini memadukan kebudayaan Indonesia dengan Tiongkok dalam pertunjukan musik.

Penggunaan alat musiknya pun berasal dari dua kebudayaan tersebut.

c. Masjid Menara Kudus

Akulturasi ini tidak menghilangkan fungsi utama masjid sebagai tempat peribadatan umat Islam.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved