Banyak kendaraan yang terpaksa putar balik akibat tidak bisa melintas.
Pj Kades Gebang Telukpandan Pesawaran Ewin Vithori mengatakan, pihaknya telah mengerahkan warga untuk menebang pohon kelapa untuk menjadi jalan alternatif.
"Jadi jembatan yang longsor akibat derasnya curah hujan mengakibatkan akses jalan utama yang menghubungkan kedua daerah ini 90 persen lumpuh. Jembatan ini tidak bisa terpakai dan perlu jembatan baru," kata Ewin
Adapun solusi sementara yakni dibuatkan jembatan darurat dari pohon kelapa. Namun nantinya Pemprov Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi akan menganggarkan perbaikannya pada 2022.
"Jadi jembatan yang sering longsor setiap hujan ini akan segera diperbaiki. Setiap hujan deras pasti ada penumpukan sampah yang mengakibatkan luapan sungai sehingga ambles jembatan tersebut," kata dia.
Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo juga langsung turun ke lokasi jembatan ambles. Menurutnya, penanganan akan dilakukan pihak Polri, TNI bersama pemkab dan pemprov.
"Akses jalan tersebut merupakan jalan nasional dan saat ini kita berkoordinasi untuk pemasangan flet. Saat ini pengalihan terus dilakukan," jelasnya.
Sementara Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung Febrizal Levi Sukmana mengatakan, Pemprov Lampung terus bergerak agar jembatan Way Gebang bisa cepat dilalui oleh masyarakat.
"Pemprov bersama Pemkab Pesawaran akan mendirikan jembatan darurat sebagai jalur alternatif. Untuk kendaraan roda dua dibuat oleh Pemkab Pesawaran. Lalu jembatan darurat cross girder (milik balai jalan nasional) akan dibangun di badan jalan oleh Dinas BMBK Provinsi Lampung. Harapannya, dua hari kedepan sudah terpasang," bebernya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)