"Karena memang keterbatasan ekonomi keluarganya, harapan mendapat kaki palsu Tia Utami sejak ia kecil baru bisa terwujud berkat perhatian Bripka Leonardo dan ACT Lampung Tengah," ujar AKP Feriyantoni.
Setelah lulus dari SMA Ma'arif 02 Bangun Rejo, Tia Utami anak bungsu dari tiga bersaudara itu hanya menghabiskan kebanyakan waktunya di rumah. Karena keterbatasan geraknya.
Namun begitu, dengan keterbatasannya Tia Utami turut merawat sang ayah yang menderita stroke pada bagian anggota tubunya sejak beberapa waktu terakhir.
(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)