Berita Lampung
Diskes Pesawaran Ikut Pelatihan Integrasi Layanan Primer di Jawa Tengah
Dinas Kesehatan (Diskes) Pesawaran bersama kader puskesmas mengikuti pelatihan di Puskesmas Kecamatan Plantungan, Jawa Tengah.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: soni
Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Dinas Kesehatan (Diskes) Pesawaran bersama kader Puskesmas se-Pesawaran mengikuti pelatihan di Puskesmas Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2025).
Pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) program yang bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan di tingkat desa.
Salah satu fokus utama adalah mengaktifkan kembali Puskesmas Pembantu (Pustu) yang selama ini terkendala keterbatasan tenaga kesehatan.
Kadiskes Kabupaten Pesawaran, Media Apriliana menjelaskan, program ILP sebenarnya sudah berlaku sejak 2023, namun pelaksanaannya masih terhambat birokrasi, administrasi, dan kesiapan SDM.
“Hari ini kami menerima pemaparan dari Dr Karyadi mengenai sistem kerja ILP,” kata dia.
“Harapannya, setelah pelatihan ini, kader Puskesmas yang hadir dari seluruh kecamatan akan lebih siap menjalankan program ini, kami berupaya agar ILP bisa berjalan sepenuhnya dalam waktu dekat,” ujarnya.
Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M. Nasir yang turut mendampingi kegiatan ini, mengapresiasi inisiatif Diskes dalam melibatkan pihak DPRD.
Pendampingan ini penting, terutama bagi anggota DPRD yang baru, agar lebih memahami program dinas kesehatan.
“Apalagi, fungsi utama kami adalah pengawasan dan penganggaran, tidak etis jika kami mengalokasikan anggaran tanpa memahami efektivitas programnya,” jelasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran, Muhammad Rinaldi dan anggota Komisi IV Lenida Putri juga hadir dalam kegiatan ini sebagai mitra kerja Diskes.
Lenida Putri menyebut, permasalahan banyaknya Pustu yang kosong terutama di desa terpencil.
“Salah satu penyebabnya adalah bidan desa yang sudah diangkat sebagai PNS kini berinduk di Puskesmas Kecamatan,” kata Lenida.
Ke depan, kami akan mengupayakan agar kepala Puskesmas memiliki wewenang memberikan surat perintah tugas kepada bidan desa, sehingga mereka lebih aktif di desa binaan masing-masing,” tambahnya.
“Dengan begitu, pelayanan kesehatan bisa lebih maksimal di Pustu tanpa harus selalu dirujuk ke Puskesmas kecamatan,” terangnya.
Lenida juga menegaskan pentingnya tambahan insentif bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam program ILP.
“Kami di Komisi IV akan membahas ini dalam penganggaran supaya program ILP berjalan maksimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bumi Andan Jejama,” pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya )
| Kesaksian Pilu Andri, Tarik Rambut Dikira Sampah, Ternyata Istri Tewas Diterjang Banjir |
|
|---|
| Kerugian Negara Rp 268 Miliar Kasus PT LEB Dinilai Tidak Berdasar |
|
|---|
| Sakit Hati Dipecat, Eks Satpam di Metro Lampung Bobol Rumah Majikan |
|
|---|
| Siap Jadi Tuan Rumah PON 2032, Ketua KONI Lampung: Kita Punya Venue yang Diakui Dunia |
|
|---|
| Gubernur Sebut Lampung Jadi Kunci Pangan, Dorong Hilirisasi Demi Kesejahteraan Petani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pelatihan-di-Kabupaten-Kendal.jpg)