Ia mendadak terkejut ketika melihat asap dan api mulai menyambar atap rumahnya. Seketika itu juga, Sukiyanti langsung keluar rumah dengan mendobrak pintu untuk menyelamatkan diri.
"Saya lari keluar enggak ingat apa-apa, pokoknya pintu saya buka, lalu kabur," ungkapnya.
Menurut Sukiyanti, api membesar dengan sangat cepat, sehingga ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharganya. "Saya sampai enggak bawa apapun," tambahnya.
Meski demikian, ia tetap bersyukur karena berhasil selamat dari kobaran api yang nyaris merenggut nyawanya.
4 anak meninggal
Empat anak-anak meninggal akibat kebakaran rumah di Jalan Kutilang 28/02, Bukit Duri, Tebet. Identitas korban meninggal yakni PL (13), K (3), A (7), dan A (4).
Korban tak dapat menyelamatkan diri dan ditemukan petugas setelah api dipadamkan.
Perwira Piket Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Sudin Damkar) Jakarta Selatan, Sarono, menyatakan para anak-anak tersebut terjebak di lantai dua.
"Pada dasarnya kita menemukannya di lantai dua, ada kemungkinan dia untuk menyelamatkan diri terlambat," ucapnya.
Para korban meninggal telah dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Diduga rumah mengalami korsleting listrik sehingga muncul percikan api.
"Dugan sementara ada fenomena kelistrikan ya" katanya.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, Bayu Meghantara, menjelaskan ada 20 mobil damkar serta 76 petugas yang diterjunkan.
Api muncul pertama kali sekitar pukul 06.30 WIB.
Kebakaran menghanguskan pemukiman padat penduduk di Jalan Kutilang 28/02, Bukit Duri,