Lipsus
Rental Mobil Terapkan Sistem Paket Pemakaian 10 Hari
Langkah tergesa-gesa kerumunan orang berjejal-jejalan memasuki gerbong kereta api atau bus, selalu menjadi kisah sisipan pada masa
Bahkan, layaknya perjuangan hidup-mati, mayoritas pemudik kerap tidak memerdulikan keselamatan diri apalagi kenyamanan saat berada di dalam kendaraan demi segera sampai di kampung halaman.
Tapi jauh dari hiruk pikuk yang kerap tervisualisasi di terminal-terminal bus atau kereta api itu, ada pula masyarakat yang mudik secara tenang memakai kendaraan sendiri meski didapatkan secara menyewa.
Semakin banyak masyarakat yang alergi terhadap ironi mudik itu, tentunya menjadi berkah tersendiri bagi pemilik mobil sewaan. Sebab pada masa mudik, mereka rata-rata bisa meraup keuntungan dua kali lipat dari hari biasa.
"Alhamdulillah, kami biasanya mendapat keuntungan besar pada musim mudik lebaran. Sebab, kami memasang tarif sewa khusus yang nilainya jutaan rupiah," kata pemilik rental mobil Raya 99, Yusuf Abdi kepada Tribun, Sabtu (13/8).
Sejak H-7 lebaran, seluruh rental mobil hanya membolehkan penyewaan dengan sistem paket pemakaian 10 hari. Sistem itu, diterapkan sampai H+7 Idul Fitri. Tarifnya pun, lebih mahal dari sewa harian.
Yusuf mengungkapkan, tarif rata-rata sewa mobil jenis multipurpose vehicle (MVP; kendaraan bermuatan banyak) seperti Xenia dan Avanza berkisar antara Rp 3,5-4 juta.
Sementara harga sewa mobil Inova lebih mahal meski sama-sama berjenis MVP, yakni Rp 6-7 juta.
Sedangkan untuk menyewa kendaraan jenis city car, masyarakat harus menyiapkan dana yang melebihi tarif jenis MVP. Setiap harga sewa paket itu, memiliki selisih lebih tinggi Rp 1 juta dari tarif hari biasanya.
Ia menjelaskan, tarif sewa mobil Xenia dan Avanza per hari hanya Rp 250-225 ribu. Untuk Inova, Rp 350-400 ribu per hari. Tarif khusus itu juga, akan dikenakan tambahakan kalau penyewa meminta disediakan sopir.
"Bagi yang memakai sopir, dan rute mudiknya antarprovinsi di Pulau Sumatera, ditambah biaya maksimal Rp 300 ribu per hari. Sementara yang dalam kota atau ke Pulau Jawa, Rp 200 ribu per hari," jelasnya.
Yusuf yang telah menggeluti usaha rental sejak 6 tahun silam ini menilai, tarif tersebut relatif murah dan terjangkau. Terutama masyarakat berlatang belakang ekonomi menengah.
Hal itu, diartikulasikan dengan banyaknya masyarakat yang memesan mobil dari jauh hari. "Bahkan 7 mobil rentalan saya saat ini sudah dipesan, dengan memberikan uang muka 10 persen dari tarif sesuai jenis mobil. Rentalan yang lain juga seperti itu," imbuhnya.
Bahkan ia memprediksi, masyarakat akan kesulitan mencari mobil sewaan di atas tanggal 25 Agustus ini. Pasalnya, sekitar 30 perusahaan rental di Bandar Lampung yang total memiliki 300 unit mobil, menyepakati sistem paket itu diberlakukan serentak sejak tanggal tersebut sampai H+7 lebaran. (reza)