Jual Burung Parkit Raup Omzet Rp 6 Juta per Bulan

Masyarakat Indonesia khususnya Lampung banyak yang memiliki hobi memelihara burung kicau.

Editor: soni

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Martin L Tobing

TRIBUNLAMPUNG..CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Masyarakat Indonesia khususnya Lampung banyak yang memiliki hobi memelihara burung kicau. Jenis burung yang paling diminati untuk dipelihara bahkan dikembangbiakkan antara lain murai, love bird, dan kenari. Meski jenis burung kicau tersebut cukup diminati, ada satu jenis lainnya yang layak dijadikan acuan untuk dipelihara yakni parkit.

Sumatno, salah satu penjual burung parkit di Jalan Soekarno-Hatta (bypass) dekat fly over Ryacudu- Sultan Agung, Bandar Lampung, mengemukakan ciri khas dari burung parkit adalah memiliki warna hijau dan kuning pada bagian sayap.

"Ada juga yang bewarna biru, putih. tapi jenis tersebut rata-rata merupakan hasil perkawinan silang antara parkit lokal dan Holland. Hasil perkawinan silang membuat jenis warna banyak kecuali merah. Sebenarnya istilah jenis parkit Holland ini bahasa beken dari para pecinta burung. Tapi sebenarnya parkit asli dariAustralia bukan Belanda," tuturnya ketika ditemui Tribun, Minggu (13/4).

Pria yang akrab disapa Matno ini mengaku, peminat parkit di Bumi Ruwa Jurai cukup banyak dan prospek penjualan cerah. Ia pun menjual burung ini dengan harga terjangkau mulai Rp 75 ribu sepasang anakan yakni jantan dan betina usia dua sampai tiga bulan.

Dengan harga jual cukup terjangkau tersebut Matno rata-rata mampu menjual 20 pasang parkit per  minggu. Jika dalam satu bulan parkit terjual 80 pasang, omzet yang diraupnya mencapai Rp 6 juta per bulan.

"Rata-rata pembeli tidak hanya dari Bandar Lampung saja, ada juga dari luar kota. Ketersediaan anakan selalu ada. Anakan ada yang saya kembangbiakkan sendiri ada juga yang ambil dari Surabaya," ujar pria kelahiran Bantul,  24 Oktober 1979 ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved