Laporan Tribun dari Mekkah
Bunyamin, Calon Haji dari Pesawaran Wafat Saat Tawaf
Mungkin karena faktor kelelahan, usianya juga sudab tua, ia kemudian meninggal saat masih melaksanakan tawaf.
Penulis: Ridwan Hardiansyah | Editor: Heribertus Sulis
Laporan Reporter Tribun Lampung Ridwan Hardiansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEKKAH - Saat rombongannya di Kelompok Terbang (Kloter) 21 Embarkasi Jakarta (JKG) hendak melihat pemotongan hewan dam, Bunyamin Muhamad Toyib (77) memilih tidak ikut. Ia memutuskan pergi ke Masjidil Haram untuk melaksanakan salat Subuh dan tawaf. Saat sedang melakukan tawaf, Allah SWT berkehendak lain. Warga Hanura, Pesawaran itu tak menyelesaikan tawaf karena meninggal dunia, pada Senin (7/9) sekitar pukul 07.45 waktu setempat.
Pembimbing Kloter 21 JKG Samhuri Rojak mengungkapkan, pihaknya mendapat kabar duka tersebut dari pihak dokter Arab Saudi.
"Almarhum kemudian disemayamkan di Rumah Sakit Annur di Aziziah, Mekkah," tutur Samhuri.
Menurut Samhuri, Bunyamin pergi seorang diri menuju Masjidil Haram sekitar pukul 05.30 untuk melaksanakan salat Subuh. Dari pemondokannya di Mahbas Jin, Bunyamin menggunakan bus antar jemput jamaah calhaj Indonesia di Mekkah.
Sekitar 15 menit menaiki bus, Bunyamin kemudian melakukan salat Subuh. Selanjutnya, ia melaksanakan tawaf, atau mengelilingi Kabah.
"Mungkin karena faktor kelelahan, usianya juga sudab tua, ia kemudian meninggal saat masih melaksanakan tawaf," terang Samhuri.
Hingga saat ini, jenazah Bunyamin masih disemayamkan di RS Annur. Hal itu karena proses selanjutnya masih menunggu kelengkapan dokumen dari petugas haji bersangkutan.
Ketua Kloter 11 JKG Wasril Purnawan mengatakan, salah satu proses tersebut adalah identifikasi jenazah. "Kebetulan, pembimbing kloter saya, Pak Farid, adalah keponakannya. Jadi, saya ikut datang ke RS untuk mendampingi Pak Farid. Dan, sudah dipastikan jenazahnya," tutur Wasril.
Terlambat ke Mekkah
Sementara, empat dari sepuluh rombongan Kloter 11 JKG mengalami keterlambatan saat menuju Mekkah dari Madinah.
Menggunakan sepuluh unit bus, Kloter 11 JKG mulai berangkat dari Madinah pukul 07.45 Was. Bus dijadwalkan tiba di Mekkah pukul 16.00 Was.
"Enam bus sampai sesuai jadwal. Empat bus tidak," tutur Wasril.
Empat unit bus tersebut baru tiba di Wihdah Tower, yang menjadi tempat pemondokan Kloter 21 JKG di Mekkah, sekitar pukul 19.00 Was. Keterlambatan, menurut Wasril terjadi karena ada seorang jamaah yang terkena serangan jantung.
"Kami sebenarnya sudah menyusun pola pemberangkatan dan pembagian petugas. Kami menempatkan jamaah kelompok risiko kesehatan tinggi (risti) di bus 10, dengan pengawalan petugas medis," tutur Wasril.
Sementara di bus lain, jamaah yang memiliki kemampuan medis, ditempatkan pada setiap bus. Ternyata, Wasril mengungkapkan, serangan jantung terjadi di bus nomor tiga yang tidak ada petugas kesehatan.
"Saya ada di bus dua. Karena panik, kami menghubungi rumah sakit. Ternyata, bapaknya membaik. Tetapi, petugas yang datang memaksa membawa pasien ke rumah sakit," ucap Wasril.
Setelah meyakinkan petugas rumah sakit terkait kondisi kesehatan jamaah, bus akhirnya berjalan kembali menuju Mekkah. "Akhirnya, kami terlambat. Tetapi sekarang semuanya sudah baik," kata Wasril.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kabah_20150714_232216.jpg)