Siswa Keracunan MBG di Lampung Terima Kompensasi Rp 500 Ribu

Siswa di Lampung yang mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) menerima kompensasi sebesar Rp 500 ribu

Editor: soni yuntavia
Dokumentasi
DAPAT KOMPENSASI - Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Siswa keracunan MBG akan dapat komperensi Rp 500 ribu dari SPPG. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyebut siswa di Lampung yang mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) menerima kompensasi sebesar Rp 500 ribu.

"Kemarin yang keracunan ada 30 siswa SMKN 5, tapi sekarang sehat semua," ujar Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico, Senin (8/9/2025).

"Mereka juga dapat kompensasi Rp 500 ribu dari SPPG," sambungnya.

Pemprov Lampung memberikan perhatian serius terhadap peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama dalam memastikan kinerja para ahli gizi di lapangan.

"Kami memberikan atensi khusus kepada SPPG agar lebih mengontrol dan memastikan bahwa setiap bahan baku yang digunakan telah diperiksa dengan benar," ujarnya.

"Ahli gizi harus fokus (dan bisa) melaksanakan tugasnya dengan baik," sambungnya.

Ia mengharapkan proses pengolahan yang higienis khusus untuk sayuran.

"Diharapkan saat proses pengolahannya dilakukan menjelang waktu distribusi agar tetap segar saat dikonsumsi," ujarnya.

"Juga guna memastikan setiap bahan makanan memenuhi standar kesehatan dan kelayakan konsumsi.

Ini bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut profesionalisme ahli gizi apakah mereka betul-betul melakukan pemeriksaan bahan baku dan memastikan kelayakan dari sisi higienitas dan kesegarannya," paparnya.

Disdik juga membuka ruang partisipasi dari sekolah dan wali murid untuk melaporkan jika ada temuan di lapangan.

Ia menjelaskan laporan tersebut akan menjadi dasar bagi dinas untuk memberikan rekomendasi perbaikan kepada pengelola SPPG maupun Badan Gizi Nasional (BGN).

"Program ini terus on track dan berprogres, dan kami berharap dukungan dari semua pihak untuk menjamin keberlanjutan dan kualitasnya. Guna mencegah terulangnya insiden seperti keracunan makanan," ujarnya.

"Selain itu Lampung juga merupakan daerah yang cepat dalam mensukseskan program MBG," sambungnya.

Sementara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Bandar Lampung berjanji akan lebih mengawasi pendistibusian makan bergizi gratis (MBG) di sekolah-sekolah yang ada di Bandar Lampung.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved