Berita Lampung

Pesan Bupati Pesisir Barat Sikapi Tragedi Perkelahian Maut Dua Siswa SMP 

Pemkab Pesisir Barat meminta semua pihak, khususnya sekolah, segera meningkatkan sistem pengawasan dan pembinaan di lingkungan pendidikan.

|
Editor: soni yuntavia
Dokumentasi
TINGKATKAN PENGAWASAN - Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan saat meninjau Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kecamatan Pesisir Selatan, tempat perkelahian maut antar pelajar, Rabu (1/10/2025). Pemkab minta sekolah tingkatkan pengawasan. 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat meminta semua pihak, khususnya sekolah, segera meningkatkan sistem pengawasan dan pembinaan di lingkungan pendidikan. 

Ini terkait tragedi perkelahian berujung maut antara dua pelajar SMP di Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, berbuntut pada desakan evaluasi total di lingkungan sekolah.

Hal itu diungkapkan Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan saat meninjau SMP negeri di Kecamatan Pesisir Selatan, tempat korban dan pelaku menimba ilmu, Rabu (1/10/2025).

Dedi menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan agar kejadian kekerasan di lingkungan sekolah tidak terulang.

"Kami tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, tapi saya minta ke depan sistem pengawasan dan pembinaan yang perlu diperkuat, baik dari pihak sekolah, orang tua, maupun lingkungan," ujar Dedi, Rabu ( 1/9).

Dia juga meminta para guru tidak hanya hadir sebagai tenaga pengajar, melainkan juga harus dapat berperan sebagai orang tua bagi para siswa di sekolah.

Dia melanjutkan, pemerintah daerha melalui dinas pendidikan setempat telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan kepolisian untuk penanganan kasus tersebut.

Pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait pengawasan guru terhadap siswa di lingkungan sekolah.

"Diharapkan ke depannya guru dan staf sekolahan dapat meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan untuk menghindari konflik yang berulang," tandasnya. 

Luka Tusuk

Seorang siswa SMP Negeri di Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, berinisial SR (13), menikam teman sekolahnya JS (13) hingga meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi di ruang kelas VII A pada Senin (29/9) sekitar pukul 10.20 WIB.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Lampung Kompol Zaldy Kurniawan menjelaskan, kejadian bermula karena SR sering menjadi korban perundungan yang dilakukan JS.

"Pelaku ini sering mendapat perlakuan perundungan dari korban hingga akhirnya berujung maut dengan ditikam menggunakan gunting di dalam kelas," ujar Kompol Zaldy saat diwawancarai melalui WhatsApp, Selasa (30/9/2025).

Menurutnya, sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, JS datang ke kelas dan menendang meja pelaku.

Setelah itu, JS memukul kepala SR yang tengah duduk di bangku.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved