Berita Lampung

Dukung Kelas Migran Vokasi, Lampung Ditarget Punya Lembaga Ujian Bahasa Jepang pada 2026

Namun, salah satu kendala utama yang dihadapi oleh calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah belum adanya lembaga ujian bahasa Jepang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
SAMBANGI SMKN 4 - Kepala BP3MI Lampung Ahmad Fauzi (kanan) bersama Wagub Lampung Jihan Nurlela (tengah) dan Executive Director Japan Association for Construction Human Resources (JAC) Yugo Okamoto saat menyambangi SMKN 4 Bandar Lampung, Kamis (4/12/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Raut gembira terpancar di wajah para siswa Kelas Migran Vokasi saat Executive Director Japan Association for Construction Human Resources (JAC) Yugo Okamoto mengunjungi SMKN 4 Bandar Lampung, Kamis (4/12/2025). 

Namun, salah satu kendala utama yang dihadapi oleh calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah belum adanya lembaga ujian bahasa Jepang resmi di Lampung.

Di mana, mayoritas peluang kerja di Jepang menetapkan standar penguasaan bahasa Jepang minimal level N4 (percakapan sehari-hari) sebagai syarat mutlak yang harus dipenuhi.

Untuk mendukung program ini, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung bersama pemerintah setempat menargetkan Lampung memiliki lembaga ujian bahasa Jepang sendiri pada awal 2026 mendatang. 

Kepala BP3MI Lampung Ahmad Fauzi menyatakan, percepatan ketersediaan lembaga pendukung penempatan, termasuk ujian bahasa Jepang, adalah mandat langsung presiden.

"Sesuai arahan presiden, kita bukan hanya menyiapkan individu yang siap bekerja, tapi juga siap pakai. Sehingga kami dari BP3MI mendorong percepatan lembaga pendukung penempatan (pekerja), di mana salah satunya adalah Lembaga ujian bahasa Jepang," kata Ahmad Fauzi, Kamis (4/12/2025).

Menyikapi urgensi ini, BP3MI Lampung bersama pemerintah setempat menargetkan program untuk mempermudah dan mempercepat proses penempatan lulusan Kelas Migran Vokasi.

"Target kita di awal tahun 2025 nanti sudah ada lembaga ujian bahasa jepang di Lampung," kata dia.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela turut memberikan dukungan penuh dalam upaya peningkatan kualitas dan kompetensi para calon pekerja migran. 

Jihan mengakui bahwa saat ini Lampung sudah memiliki laboratorium.

Namun, fasilitas tersebut belum dapat berfungsi sebagai lokasi uji sertifikasi resmi.

"Kalau laboratorium kita punya, tapi untuk jadi lokasi uji sertifikasi memang belum," ujar Jihan.

Meski begitu, Jihan mengatakan bahwa Pemprov Lampung saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk mempercepat upaya ini.

"Kita sedang tahap penjajakan kerja sama dengan UI untuk membantu proses monitoring dan penyiapan lokasi uji sertifikasi," katanya.

"Semoga di tahun 2026 kita sudah bisa punya lembaga uji sertifikasi sendiri," harap Jihan.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved