Berita Lampung
Telur hingga Daging Sapi Surplus, Lampung Strategis Produsen Ternak Nasional
Lampung tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga menjadi salah satu lumbung ternak nasional.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Lampung sangat strategis menjadi produsen ternak nasional karena komoditas telur ayam hingga daging sapi surplus.
Kepala Bidang Usaha dan Pasca Panen Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Fuadi menyatakan bahwa Lampung memiliki potensi peternakan yang sangat besar.
Sehingga Lampung tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga menjadi salah satu lumbung ternak nasional.
“Lampung memiliki potensi peternakan yang sangat besar dan menjadi salah satu pilar strategis dalam penyerapan tenaga kerja, baik di sektor hulu maupun hilir,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Dia pun membeberkan komoditas peternakan di Lampung berdasar prognosis supply demand pada tahun 2026 surplus. Terutama pada komoditas telur ayam ras, daging ayam dan daging sapi.
Baca juga: Alasan Gubernur Mirza Sebut Lampung Berpotensi Jadi Lumbung Ternak Nasional
Sesuai data, lanjut Anwar, telur ayam ras tercatat surplus hingga 45.630 ton. Kemudian daging ayam ras surplus 10.096 ton dan daging sapi surplus 985 ton.
Selain itu, Lampung juga menempati posisi strategis sebagai produsen ternak nasional. "Populasi sapi potong mencapai 905.322 ekor atau peringkat keempat nasional," Jelasnya.
Sedangkan populasi kambing mencapai 1.974.609 ekor dan berada di peringkat ketiga nasional.
Dikatakan Anwar, untuk sektor unggas, populasi ayam ras petelur di Lampung mencapai 14.029.863 ekor dan menempati peringkat kedelapan nasional.
Besarnya potensi peternakan tersebut, menurut dia, turut membuka banyak lapangan kerja. Mulai dari peternak, industri peternakan, perusahaan penggemukan sapi atau feedlotter, industri pakan ternak hingga pusat layanan kesehatan hewan.
“Penyerapan tenaga kerja tidak hanya di kandang, tetapi juga berkembang pada industri pengolahan dan layanan pendukung peternakan,” ungkapnya.
Berdasar tingkat konsumsi protein hewani masyarakat Lampung saat ini juga terus meningkat.
Konsumsi daging sapi tercatat sebesar 2,78 kilogram per kapita per tahun, daging ayam 9,63 kilogram per kapita per tahun, dan telur mencapai 11,21 kilogram per kapita per tahun.
Menurutnya, hilirisasi peternakan menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan nilai tambah produk yang lebih variatif, tahan lama, dan bernilai gizi tinggi.
“Cara ini efektif untuk menjaga stabilitas harga pasar, mengurangi ketergantungan impor, dan memastikan pasokan protein hewani tetap tersedia secara merata,” jelasnya.
| Polda Lampung Limpahkan 13 Berkas Tersangka Kasus Tambang Emas Way Kanan ke Kejati |
|
|---|
| Polisi Tangkap Penadah HP Curian di Kota Agung, Satu Pelaku Masuk DPO |
|
|---|
| Polisi Cari Rekaman CCTV di Lokasi Tawuran Maut Jalan Yos Sudarso Bandar Lampung |
|
|---|
| Polisi Terus Memantau Perkembangan Situasi Pasca Pembakaran Ponpes di Mesuji Lampung |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Ambarawa–Pardasuka Dilanjutkan, Tahap Hotmix Segera Dimulai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Lampung-strategis-produsen-ternak-nasional-karena-sejumlah-komoditas-peternakan-surplus.jpg)