Pemberangkatan Transmigran di Lampung
Alasan Warga Lampung Mantap Ikut Transmigrasi ke Sulawesi
Waslun (59) mantap meninggalkan Lampung dan memilih memulai kehidupan baru ikut program transmigrasi
Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Waslun (59) mantap meninggalkan Lampung dan memilih memulai kehidupan baru ikut program transmigrasi
Ia tahu, keputusan ini bukan perkara ringan. Meninggalkan tanah yang telah lama dipijak, kenangan yang tertanam bertahun-tahun, dan kenyamanan yang seadanya. Tapi bagi Waslun, langkah ini bukan tentang dirinya semata, melainkan tentang masa depan anak-anaknya.
Waslun merupakan warga asal Seputih Raman, Lampung Tengah. Ketika ditanya alasan mengikuti program transmigrasi, jawabannya singkat, namun sarat makna. “Saya ikut anak,” ujarnya pelan, saat ditemui menjelang keberangkatan bersama keluarga, Selasa (16/12).
Selama bertahun-tahun, Pak Waslun dan keluarganya hidup berpindah-pindah. Rumah kontrakan menjadi tempat berteduh, tanpa kepastian akan masa depan.
Keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan menjadi beban yang terus ia pikirkan. “Jangkauan sekolah,” katanya singkat, menggambarkan keterbatasan yang selama ini dirasakan anak-anaknya.
Ketika program transmigrasi kembali dibuka, Waslun melihatnya sebagai pintu harapan. Meski belum pernah menginjakkan kaki di daerah tujuan di Sulawesi, informasi tentang bantuan pemerintah mulai dari rumah, lahan, hingga dukungan modal awal membuatnya memberanikan diri melangkah.
“Transmigrasi ini yang terbaik untuk kami sekarang,” ucapnya, seolah meyakinkan diri sendiri dan keluarganya.
Kementerian Transmigrasi secara resmi memberangkatkan puluhan kepala keluarga (KK) transmigran asal Provinsi Lampung, Selasa (16/12/2025).
Pada pelepasan kali ini diberangkatkan 45 KK dengan total 159 jiwa yang berasal dari beberapa daerah.
Rinciannya, dari Provinsi Lampung sebanyak 10 KK atau 33 jiwa, Banten 15 KK atau 27 jiwa, DKI Jakarta 5 KK atau 25 jiwa, serta Jawa Barat 15 KK atau 43 jiwa.
Selain itu, secara bersamaan juga dilakukan pelepasan transmigran asal Jawa Tengah sebanyak 19 KK atau 73 jiwa dan Jawa Timur sebanyak 16 KK atau 55 jiwa.
Kementerian Transmigrasi memberangkatkan transmigran dari Lampung karena daerah ini dinilai telah mengalami kemajuan pembangunan yang signifikan, sehingga tidak lagi menjadi wilayah tujuan transmigrasi seperti pada masa lalu.
Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, mengatakan perubahan posisi Lampung dari daerah tujuan menjadi daerah asal transmigrasi menjadi indikator keberhasilan pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dulu Lampung adalah daerah tujuan transmigrasi sejak 1905, mulai dari zaman kolonial Belanda hingga Orde Baru.
Sekarang Lampung justru menjadi daerah asal transmigrasi. Ini membuktikan pembangunan di Lampung sudah maju dan berkembang,” kata Viva Yoga dalam sambutannya saat kegiatan pelepasan transmigran di Provinsi Lampung, Selasa (16/12).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/transmigran-yang-siap-diberangkatkan-dari-Lampung-ke-Sulawesi.jpg)