Berita Lampung

Pasok Singkong ke Jateng, Lampung Dikirim Bawang Merah

Jawa Tengah akan mengirimkan bawang merah untuk memenuhi kebutuhan di Lampung yang selama ini masih bergantung pada pasokan.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
KERJA SAMA - Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung Ely Nuratni Sari menjelaskan, kerja sama Lampung-Jawa Tengah melibatkan BUMD Wahana Raharja Mandiri dan BUMD PT JTAB. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menjalin kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah dalam upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.

Kerja sama ini dilakukan dengan skema business to business (B2B) antara badan usaha milik daerah (BUMD) masing-masing provinsi.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Ely Nuratni Sari menjelaskan, kerja sama tersebut melibatkan BUMD Wahana Raharja Mandiri milik Lampung dengan BUMD PT JTAB Jawa Tengah.

“Kerja sama antardaerah ini bentuknya B2B, antara BUMD Lampung dengan BUMD Jawa Tengah,” ujar Ely, Kamis (8/1/2026). 

Dalam kerja sama ini, terus Ely, Lampung akan memasok produk tapioka ke Jawa Tengah.

Sebaliknya, Jawa Tengah akan mengirimkan bawang merah untuk memenuhi kebutuhan di Lampung yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Kalau kita hitung secara neraca, kebutuhan bawang merah di Lampung memang masih jauh dari produksi kita. Sementara Lampung memiliki keunggulan di singkong, sehingga menghasilkan tapioka cukup banyak,” jelasnya.

Menurut Ely, permintaan tapioka dari Jawa Tengah diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas singkong Lampung sekaligus membantu petani yang selama ini kesulitan menjual hasil panen akibat keterbatasan daya tampung pabrik.

“Petani kita banyak menjual singkong langsung ke pabrik tapioka, tapi sering terkendala karena pabrik sudah overkapasitas. Dengan kerja sama ini diharapkan bisa membantu petani dan meningkatkan ekonomi mereka,” katanya.

Ely menyebut realisasi kerja sama tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun ini.

Pengiriman bawang merah dari Jawa Tengah akan dilakukan ketika harga bawang di Lampung mengalami kenaikan signifikan.

“Kalau harga bawang merah di Lampung tinggi atau di atas harga acuan, maka akan dikirim dari Jawa Tengah. Tapi kalau normal, pengirimannya tidak seintensif itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembahasan teknis pengiriman seperti volume, spesifikasi produk, hingga jadwal distribusi masih akan dibahas lebih lanjut oleh kedua BUMD.

Pemerintah Provinsi Lampung saat ini berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan data kebutuhan dan produksi pangan.

“Secara teknis nanti dijalankan oleh BUMD. Kami di dinas memberikan data bahwa kebutuhan bawang merah di Lampung memang masih harus dipenuhi dari luar,” katanya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved