Berita Lampung

Bulog Lampung Utara Serap 47 Ton Gabah Petani

Perum Bulog Cabang Lampung Utara melakukan serapan gabah petani sejak ditugaskan Bapanas RI dari tanggal 23 Januari 2026

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
ISTIMEWA/Dok Bulog Lampung Utara
SERAP GABAH - Petugas Tim Jemput Pangan Bulog Lampung Utara saat mengambil gabah petani di Kecamatan Buay Bahuga, Way Kanan. Bulog Lampung Utara mencatat realisasi penyerapan gabah petani sebanyak 47 Ton di awal 2026 guna mendukung program Swasembada Pangan Nasional. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Perum Bulog Cabang Lampung Utara memulai realisasi penyerapan gabah petani sebanyak 47 ton pada awal 2026.

Pemimpin Bulog Kantor Cabang Lampung Utara Gusdi Prasmana mengatakan, penyerapan gabah petani lokal tersebut merupakan implementasi dari instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

Di mana, langkah ini diambil guna mendukung target swasembada pangan nasional tahun 2026 sebesar 4 juta ton sebagaimana instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Pihaknya berkomitmen untuk melakukan penyerapan secara masif di wilayah kerja mereka sepanjang tahun ini.

Salah satu titik fokus penyerapan awal dilakukan di Kampung Sukabumi, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan.

"Perum Bulog Cabang Lampung Utara melakukan serapan gabah petani sejak ditugaskan Bapanas RI dari tanggal 23 Januari 2026," ujar Gusdi Pranata, Minggu (25/1/2026).

"Sampai dengan hari ini Bulog Cabang Lampung Utara telah merealisasikan serapan gabah ke petani sebanyak 47 ton," imbuhnya.

Guna memastikan penyerapan berjalan maksimal, Bulog Lampung Utara menerjunkan Tim Jemput Pangan.

Menurut Gusdi, tim ini merupakan kolaborasi lintas sektoral yang turun langsung ke lapangan menemui petani.

Adapun tim tersebut terdiri dari unsur internal Bulog, TNI melalui peran Babinsa, serta melibatkan penyuluh pertanian lapangan.

"Dalam rangka menyukseskan swasembada pangan tahun 2026 sebanyak 4 juta ton, Bulog Cabang Lampung Utara akan melakukan serapan gabah petani secara masif sampai dengan akhir tahun 2026 melalui Tim Jemput Pangan yang beranggotakan dari unsur Bulog, TNI (Babinsa) serta penyuluh pertanian," jelasnya.

Bulog mematok harga Rp 6.500 per kilogram untuk semua jenis kualitas gabah

Namun, ia mengatakan terdapat syarat administratif berupa surat pernyataan dari penyuluh setempat untuk memastikan usia panen gabah tersebut.

Gusdi menegaskan, upaya ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga kesejahteraan petani agar harga gabah di tingkat bawah tidak anjlok.

"Harga gabah yang dibeli ke petani dengan harga 6.500 per kilogram any quality sesuai usia panen yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari penyuluh pertanian setempat," kata dia.

"Hal ini dilakukan untuk mejaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil serta mencapai swasembada pangan tahun 2026 sebayak 4 juta ton sesuai perintah Bapak Presiden Republik Indonesia," pungkasnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap penyerapan gabah di wilayah Way Kanan ini menjadi pembuka dari rangkaian penyerapan gabah yang lebih besar di wilayah kerjanya hingga akhir tahun mendatang.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved