Berita Lampung
BPBD Pesawaran Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan
Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah menggelar rapat koordinasi pada 18 November 2025.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
- BPBD Kabupaten Pesawaran meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi.
- Langkah dilakukan melalui perumusan kebijakan serta pembekalan satuan tugas dan relawan penanggulangan bencana.
- Fokus BPBD adalah memperkuat koordinasi, kesiapan personel, dan kemampuan mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko.
Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Menghadapi musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran terus memperkuat kesiapsiagaan melalui perumusan kebijakan serta pembekalan kepada satuan tugas dan relawan penanggulangan bencana.
Langkah tersebut dilakukan menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi bencana hidrometeorologi sepanjang November 2025 hingga Februari 2026.
Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah menggelar rapat koordinasi pada 18 November 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesawaran Sopyan Agani mengatakan, rapat koordinasi tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, BMKG, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait.
“Pemerintah kabupaten bersama Kodim, Polres, Basarnas, BMKG, dan OPD teknis telah merumuskan kebijakan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi pada musim hujan tahun 2026,” kata Sopyan, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Hasil Verifikasi Faktual SMA Siger Bandar Lampung, Disdikbud: Jauh di Bawah Ketentuan
Ia menjelaskan, bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipicu oleh aktivitas cuaca, seperti curah hujan tinggi, angin kencang, perubahan temperatur, dan kelembapan.
Bentuk bencana tersebut antara lain banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran hutan, hingga cuaca ekstrem lainnya akibat perubahan iklim.
Selain perumusan kebijakan, BPBD Pesawaran juga telah melakukan pengembangan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana yang menjadi garda terdepan dalam penyelamatan jiwa dan pengurangan risiko korban saat bencana terjadi.
“Mereka adalah kelompok terpilih yang harus siap, tanggap, tangkas, dan tangguh karena perannya sangat vital dalam situasi darurat,” ujarnya.
Melalui koordinasi bersama seluruh camat dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Upaya pencegahan yang disepakati antara lain penebangan pohon rindang yang berpotensi tumbang, pembersihan lingkungan untuk mencegah banjir, serta kewaspadaan terhadap ancaman tanah longsor.
Di sisi lain, sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kebencanaan terus dilakukan, termasuk melalui grup WhatsApp Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Pesawaran.
“Informasi terkini dari BMKG terkait kondisi dan prakiraan cuaca terus kami sampaikan, sekaligus edukasi langkah antisipasi bencana kepada masyarakat,” pungkas Sopyan.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)
| Bantu Warga Kurang Mampu, Polresta Bandar Lampung Sediakan Layanan Visum Gratis |
|
|---|
| PWI Gandeng KONI Lampung Siap Gelar Sekaligus Kejar Prestasi di Porwanas 2027 |
|
|---|
| Bandar Lampung Didorong Jadi Kota Inklusi |
|
|---|
| Diduga Bikin Onar, Tiga Pelajar Sudan di Lampung Diamankan Imigrasi |
|
|---|
| Seluruh Jemaah Calon Haji asal Lampung Sudah Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/BENCANA-Kepala-Pelaksana-BPBD.jpg)