Berita Lampung

Pemprov Klaim Elektrifikasi di Lampung Capai 99,85 Persen

Pemprov Lampung tak menampik bahwa kelistrikan di Lampung saat ini masih bergantung pasokan dari Sumatera Selatan.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
KUNKER DPR - Staf Ahli Gubernur Lampung, Bani Ispriyanto, saat menerima cenderamata Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI. Pemprov Lampung mengklaim rasio elektrifikasi di Bumi Ruwa Jurai telah menyentuh angka 99,85 persen.  
Ringkasan Berita:
  • Pemprov Lampung mengklaim rasio elektrifikasi telah menyentuh 99,85 persen.
  • Tapi tidak membantah jika kelistrikan di Lampung masih bergantung pasokan dari Sumatera Selatan.
  • Menurut Staf Ahli Gubernur Lampung Bani Ispriyanto ada kendala yang terjadi di beberapa kabupaten.  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung Pemerintah Provinsi atau Pemprov Lampung mengklaim rasio elektrifikasi di Bumi Ruwa Jurai telah menyentuh angka 99,85 persen. 

Namun, Pemprov Lampung tak menampik bahwa kelistrikan di Lampung saat ini masih bergantung pasokan dari Sumatera Selatan.

Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mengungkapkan bahwa saat ini rasio elektrifikasi di Lampung sebenarnya telah menyentuh angka 99,85 persen. 

"Memang betul kita sudah elektrifikasi kita sudah mencapai 98,5 persen, tapi ini memang ada beberapa yang kendala, terutama di daerah-daerah kabupaten," Ujar Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, dalam acara Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI di Bandar Lampung, Kamis (5/2/2026).

Menurut Bani, sisa wilayah yang belum teraliri listrik masih terganjal hambatan birokrasi perizinan kawasan hutan yang cukup rumit di tingkat kementerian.

Bani menjelaskan kendala tersebut tersebar di beberapa wilayah seperti Mesuji, Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, hingga Tanggamus. 

Di daerah-daerah tersebut, pemasangan jaringan PLN terkendala karena harus melintasi kawasan hutan lindung dan sungai.

"Kendala terutama di daerah kabupaten, jaringannya harus melintasi kawasan hutan. Kita harus izin ke Kementerian Kehutanan dan itu tidak mudah, prosesnya bisa memakan waktu dua sampai tiga bulan," ujar Bani.

Selain mengejar sisa target elektrifikasi rumah tangga, Bani mengungkapkan bahwa Pemprov Lampung mulai berfokus pada program kelistrikan untuk sektor produktif, yakni "Listrik Masuk Sawah" yang akan digencarkan pada tahun 2025.

Langkah ini diambil menyusul sulitnya para petani mendapatkan bahan bakar solar untuk mesin pompa irigasi. 

Dengan beralih ke listrik, biaya produksi pertanian diharapkan bisa jauh lebih murah dan efisien.

"Solar sekarang posisinya sulit dan langka. Maka dengan adanya listrik masuk sawah mulai tahun 2025, ini akan lebih hemat, efektif, dan cepat. Kita sudah mulai di Lampung Selatan dan diharapkan PLN bisa memprogramkan ini lebih banyak lagi ke depan," tambahnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved