Berita Lampung

Inflasi Lampung Terkendali Jelang Ramadan 2026, Pemprov Siapkan Pasar Murah

Pemprov Lampung memastikan kondisi inflasi di daerah masih terkendali menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
RAPAT HLM TPID - Pemprov Lampung gelar rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung bersama Forkopimda, Bank Indonesia, OPD terkait serta kepala daerah dari 15 kabupaten/kota se-Lampung, di kantor Bank Indonesia Selasa (10/2/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Lampung memastikan kondisi inflasi di daerah masih terkendali menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Kepastian itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal usai rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung bersama Forkopimda, Bank Indonesia, OPD terkait serta kepala daerah dari 15 kabupaten/kota se-Lampung, di kantor Bank Indonesia, Selasa (10/2/2026).

Gubernur mengatakan, rapat tersebut difokuskan pada langkah-langkah antisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.

“Salah satu intervensi yang akan kami lakukan adalah pelaksanaan pasar murah di wilayah-wilayah dengan tingkat inflasi yang relatif tinggi,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Menurutnya, pasar murah menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga, terutama ketika pasokan mulai menipis dan harga cenderung mengalami kenaikan.

Baca Juga Pemprov Lampung Raih Predikat Tertinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

Selain itu, Gubernur juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau menimbun bahan kebutuhan pokok.

“Kami sudah mengecek kondisi supply dan demand. Insya Allah dalam satu bulan ke depan, baik saat Ramadan maupun Lebaran, tidak akan terjadi lonjakan harga yang signifikan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Mulyadi Irsan, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus. 

Ketersediaan beras tercatat mencapai 291.387 ton dengan kebutuhan 74.117 ton, sehingga surplus 217.270 ton.

Untuk bawang merah, ketersediaan mencapai 4.646 ton dengan kebutuhan 2.896 ton.

Cabai rawit tersedia 6.023 ton dengan kebutuhan 3.910 ton, sedangkan cabai besar tersedia 4.272 ton dengan kebutuhan 2.672 ton.

“Secara umum, stok pangan Lampung aman hingga Idul Fitri. Ketahanan stok rata-rata berada di atas dua minggu, bahkan hingga tiga bulan untuk beberapa komoditas,” ujar Mulyadi.

Meski pasokan aman, Pemprov Lampung tetap mencermati pergerakan harga pangan. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved