Berita Lampung
Pengamatan Hilal di Kampus Itera Disambut Antusias Mahasiswa
Secara teknis, hilal juga mustahil terlihat pada hari ini karena posisi bulan terbenam lebih awal pada pukul 18.13 WIB dibandingkan matahari.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Awan kelabu tampak menyelimuti cakrawala di atas langit Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), Selasa (17/2/2026) sore.
Secara kasat mata, bibit awan hujan terlihat menggantung rendah yang menciptakan penghalang alami bagi lensa teleskop tim Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) yang melakukan pengamatan hilal penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Secara teknis, hilal juga mustahil terlihat pada hari ini karena posisi bulan terbenam lebih awal pada pukul 18.13 WIB dibandingkan matahari yang baru terbenam pukul 18.22 WIB.
Kondisi ini membuat posisi bulan berada di bawah matahari dan belum memenuhi kriteria visibilitas.
Di tengah kendala cuaca tersebut, OAIL Itera tetap mengoptimalkan momen ini sebagai wadah edukasi dan kaderisasi bagi para mahasiswa Itera, UIN, dan Unila melalui pelatihan bongkar pasang serta pengoperasian teleskop portabel maupun otomatis secara langsung di lapangan.
Kegiatan yang dipusatkan di taman Teleskop OZT-ALTS ini menjadi ajang penting mahasiswa untuk belajar teknologi pengamatan sebelum waktu rukyatul hilal yang lebih ideal pada hari berikutnya.
"Hari ini kita sedang melakukan pelatihan bongkar pasang teleskop portabel atau teleskop hilal dan juga untuk pengamatan hilal Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini diikuti oleh adik-adik mahasiswa kita dari Itera, UIN, dan nanti ada Unila," ujar Pengelola OAIL Itera, Aditya Abdillah Yusuf ditemui di lokasi pengamatan, Selasa (17/2/2026).
Dalam kegiatan ini, tim OAIL Itera mengerahkan berbagai unit instrumen optik yang terdiri dari empat unit teleskop refraktor Barride untuk latihan teknis mahasiswa, satu unit teleskop otomatis Utopia, serta satu unit teleskop cerdas Meade LS (LightSwitch) yang memiliki kemampuan pelacakan otomatis, sementara teleskop utama pada kompleks OZT-ALTS tetap menjadi latar belakang pemantauan meski dalam tahap perbaikan.
"Untuk alatnya, kita melatih menggunakan teleskop portabel. Ada empat teleskop refraktor yang namanya teleskop Barride dan juga satu teleskop otomatis namanya Utopia. Ada juga LS, jadi totalnya ada enam teleskop. Yang otomatis ini bisa mengikuti gerak bulan dan matahari secara mandiri," jelas Aditya.
Meskipun gumpalan awan tebal membuat intensitas cahaya matahari tampak redup dan tidak merata, Aditya tetap menekankan pentingnya simulasi sebagai bagian dari edukasi.
"Sesuai perhitungan, hari ini hilal tidak terlihat karena bulan terbenam terlebih dahulu pukul 18.13 WIB, sedangkan matahari pukul 18.22 WIB. Jadi posisi bulan di bawah matahari," jelasnya kembali.
Sementata, salah satu mahasiswa UIN Raden Intan yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku antusias mendapat pengetahuan baru tentang astronomi.
"Senang, bisa belajar entang astronomi dan ilmu falak, karena di kampus kami enggak ada teleskop yang kayak di sini," kata dia.
Sebagai acuan resmi, pihak observatorium telah menjalin sinergi dengan Kanwil Kemenag Lampung untuk melaporkan hasil pemantauan ini sebagai data pendukung Sidang Isbat, meskipun titik pantau utama provinsi dipusatkan di Canti, Lampung Selatan.
Mengenai mekanisme pelaporan, hasil dari titik pantau Itera tetap menjadi rujukan resmi bagi pemerintah daerah dalam menetapkan awal bulan suci.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kanwil beberapa hari yang lalu. Mereka meminta hasil pantauan kita di sini. Sedangkan sidang isbat untuk Provinsi Lampung dilaksanakan di Canti, Lampung Selatan," pungkas Aditya.
Diketahui, pengamatan hilal di Itera akan dilanjutkan pada Rabu (18/2/2026).
Pada hari kedua tersebut, posisi bulan diprediksi sudah sangat ideal dengan ketinggian +8^\circ 29' 21''.
Secara teoritis, posisi bulan pada hari kedua telah memenuhi kriteria Neo MABIMS dan memiliki potensi besar untuk teramati dengan jelas jika cuaca mendukung.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Eva Dwiana Perintahkan Satgas Perkuat Keamanan Jelang Hari Besar Keagamaan |
|
|---|
| Wagub Jihan Dorong Eliminasi TBC di Mesuji, Minta Screening Lebih Masif |
|
|---|
| Sidang Tipikor Lampung Tengah, Saksi Sebut Hasil Pengadaan Dilaporkan ke Ardito Wijaya |
|
|---|
| Wali Kota Bandar Lampung Fokus Perkuat Keamanan, Satgas dan Pos Ronda Dioptimalkan |
|
|---|
| Libur Panjang, Pemkot Bandar Lampung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Buka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Suasana-pengamatan-hilal-di-kampus-Itera.jpg)