Berita Lampung

Polda Pastikan Kebutuhan Daging Sapi di Lampung Aman Hingga Lebaran 1447 H

Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan kunjungan ke lokasi peternakan sapi milik PT Juang Jaya Abadi Alam di Kecamatan Sidomulyo

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
TERSEDIA - Wadirkrimsus Polda Lampung AKBP Yusriandi Yusrin (kiri). Dia memastikan ketersediaan sapi potong di Provinsi Lampung tetap terjaga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/2/2026). 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung melakukan kunjungan ke lokasi peternakan sapi milik PT Juang Jaya Abadi Alam di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (20/2/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wadirkrimsus Polda Lampung AKBP Yusriandi Yusrin.

Dalam keterangannya, ia memastikan ketersediaan sapi potong di Provinsi Lampung tetap terjaga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Kami pastikan bahwa kebutuhan daging sapi di Lampung tetap aman hingga Lebaran 1447 Hijriah,” ujar Yusriandi saat diwawancarai di depan kantor PT Juang Jaya Abadi Alam, Sidomulyo.

Ia menjelaskan, hasil pengecekan dan koordinasi dengan pihak perusahaan menunjukkan stok sapi dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan penjelasan dari dokter hewan perusahaan, persediaan daging dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri 2026.

“Alhamdulillah, insyaallah tercukupi. Dari hasil penjelasan Dokter Neni juga tadi disampaikan bahwa stok daging tetap aman,” tambahnya.

Mantan Kapolres Lampung Selatan tersebut mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan perusahaan peternakan sebagai bagian dari langkah pengawasan distribusi dan stabilitas pasokan daging sapi, khususnya dari para feedloter di Lampung.

“Kami hari ini berkoordinasi dengan perusahaan peternakan seperti Juang Jaya untuk memastikan stok aman dan terkendali,” jelasnya.

Selain itu, tim lintas sektoral juga dijadwalkan melakukan pengecekan ke Rumah Potong Hewan (RPH) guna memastikan kondisi kesehatan hewan sebelum dipasarkan ke masyarakat.

“Hasil diskusi tidak ada permasalahan terkait penjualan. Nanti malam kami akan ke RPH untuk memastikan kesehatan sapi. Kami pastikan semuanya berjalan normal,” tutup Yusriandi.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved