Berita Lampung

Walhi Desak Pemkot Bandar Lampung Tangani Banjir Secara Terpadu

Pemkot Bandar Lampung belum memiliki rencana induk atau masterplan yang jelas untuk menangani masalah banjir dan pengelolaan lingkungan.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
SOROTI BANJIR - Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri seusai acara buka puasa bersama di kantornya, Jumat (13/3/2026). Ia menyoroti masalah banjir yang terus berulang di Bandar Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung Irfan Tri Musri kembali menyoroti masalah banjir yang sering melanda Kota Bandar Lampung.

Ia menilai, Pemkot Bandar Lampung belum memiliki rencana induk atau masterplan yang jelas untuk menangani masalah banjir dan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh.

Irfan mengungkapkan lima faktor utama yang harus ditangani secara bersamaan agar dampak banjir dapat diminimalisasi.

Menurutnya, kelima faktor ini saling berkaitan dan harus menjadi perhatian utama pemangku kebijakan di kota ini.

Irfan mengkritik buruknya kualitas saluran air di Bandar Lampung, yang dianggap tidak mampu mengalirkan air hujan dengan optimal.

"Drainase yang ada saat ini seringkali tidak memadai untuk menampung volume air yang besar. Perbaikan sistem drainase harus menjadi prioritas agar banjir bisa segera teratasi," ujar Irfan seusai acara buka puasa bersama di kantornya, Jumat (13/3/2026).

Selain drainase, Irfan juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.

Banyak lahan di Bandar Lampung yang sudah beralih fungsi menjadi area permukiman atau kawasan industri, padahal lahan ini memiliki peran vital dalam menyerap air hujan.

Pemkot Bandar Lampung diminta memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) di tengah-tengah kota.

Dia menerangkan, RTH berfungsi sebagai area resapan air alami, yang dapat mengurangi beban air hujan yang jatuh langsung ke saluran drainase.

"Kami menilai, kota ini perlu lebih banyak taman dan ruang hijau agar lingkungan tetap seimbang dan risiko banjir bisa berkurang," jelas Irfan.

Irfan menjelaskan, aliran sungai yang tidak terkelola dengan baik sering kali menyebabkan sungai meluap saat hujan deras.

"Pembersihan dan normalisasi sungai perlu dilakukan secara rutin, agar aliran air tetap lancar dan tidak mengakibatkan banjir," ujarnya.

Tak kalah penting, masalah sampah yang menumpuk di sungai juga menjadi faktor penyebab pendangkalan atau sedimentasi.

Irfan menilai bahwa pengelolaan sampah di kota ini masih sangat buruk, sehingga menyebabkan penyumbatan di saluran air dan sungai.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved