Berita Lampung
Muhammadiyah Lampung: Lebaran Boleh Beda Hari, Kebersamaan Jangan Ikut Terbelah
Di tengah potensi perbedaan Idulfitri 1447 Hijriah, PW Muhammadiyah Lampung menekankan pentingnya menjaga suasana damai
Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung mengingatkan masyarakat bahwa perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri bukan hal baru, namun cara menyikapinya menjadi penentu tetap utuh atau tidaknya persaudaraan.
Di tengah potensi perbedaan Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026, Ketua PW Muhammadiyah Lampung, Sudarman, menekankan pentingnya menjaga suasana damai di tengah keberagaman.
“Perbedaan itu biasa, yang luar biasa adalah kalau kita tetap rukun meskipun tidak merayakan di hari yang sama,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, Idulfitri bukan hanya soal tanggal, tetapi momentum untuk mempererat hubungan sosial, saling memaafkan, dan memperkuat nilai kebersamaan di masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi toleransi. Karena itu, perbedaan metode penentuan awal Syawal seharusnya tidak menjadi alasan munculnya gesekan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai perbedaan teknis ibadah justru merusak ukhuwah. Justru ini kesempatan untuk menunjukkan kedewasaan dalam beragama,” tambahnya.
Di Bandar Lampung, semangat kebersamaan itu juga terlihat dari persiapan pelaksanaan Salat Idulfitri oleh Muhammadiyah yang telah menyiapkan sejumlah titik lokasi bagi jamaah.
Langkah ini tidak hanya sebagai fasilitas ibadah, tetapi juga bentuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat menjalankan Hari Raya dengan nyaman dan khusyuk.
Sejumlah lokasi yang disiapkan tersebar di berbagai wilayah kota, mulai dari kawasan pendidikan hingga ruang terbuka, menunjukkan upaya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
Meski demikian, daftar lokasi tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah.
Di akhir pernyataannya, Sudarman kembali mengajak masyarakat untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum persatuan, bukan perdebatan.
“Silakan berbeda dalam penentuan hari, tapi jangan berbeda dalam menjaga persaudaraan,” tutupnya.
| Pemprov Dalami Teknis Desa Siaga TBC, Perkuat Koordinasi dengan Daerah |
|
|---|
| Penjual Kopi Keliling Terpaksa Pakai Plastik Kualitas Rendah Imbas Kenaikan Harga |
|
|---|
| Kadin Lampung Akui UMKM Terdampak Kenaikan Harga Plastik, Singgung Go Green |
|
|---|
| Batik Siger Lampung Berdayakan Pengrajin Disabilitas, Gunakan 70 Persen Bahan Alami |
|
|---|
| Kebijakan WFH ASN Berpotensi Efisiensi Anggaran? Begini Tanggapan Marindo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/11-titik-lokasi-salat-id-muhammadiya-di-bandar-lampung.jpg)