Berita Lampung

169 Suspek Campak di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Bandar Lampung

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengungkap seratusan lebih suspek campak yang dilaporkan rumah sakit.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
CAMPAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung mengungkap 169 kasus suspek campak dilaporkan rumah sakit pemerintah dan swasta di Bandar Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Ada sebanyak 169 kasus suspek campak dilaporkan rumah sakit pemerintah dan swasta di Bandar Lampung.

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung yang mengungkap adanya seratusan lebih suspek campak di rumah sakit Kota Tapis Berseri itu.

Namun, lanjut Muhtadi, jumlah yang dilaporkan rumah sakit pemerintah maupun swasta tersebut belum dipastikan semuanya berasal dari warga Bandar Lampung.

Ditambahkan Muhtadi, berdasar data 31 puskesmas di Kota Bandar Lampung ditemukan sekitar 51 kasus suspek campak pada balita.

Menurut Muhtadi, seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek karena memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Baca juga: Dinkes Bandar Lampung Temukan 50 Lebih Suspek Campak, Mayoritas Belum Imunisasi

Sampel pemeriksaan bahkan harus dikirim ke laboratorium rujukan di Palembang. "Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan positif atau tidaknya campak," ujar Muhtadi, Senin (30/3/2026).

Muhtadi mengatakan bahwa isu campak saat ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal itu ditandai dengan adanya surat edaran dari Menteri Kesehatan yang meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan suspek campak di berbagai provinsi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah, termasuk Kota Bandar Lampung, (16/3/2026).

"Meski surat edaran wali kota masih dalam proses, kami tidak menunggu. Kami langsung bergerak cepat memastikan kondisi di lapangan," kata Muhtadi.

Selain memberikan penanganan medis, ternyata Dinkes juga mengintensifkan komunikasi, edukasi, dan informasi (KIE) kepada masyarakat.

KIE tersebut intensif diberikan melalui posyandu, kader kesehatan, hingga Tim Penggerak PKK.

Dia mengimbau masyarakat atau para orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam.

Dinkes juga memastikan upaya jemput bola dilakukan bagi balita yang belum mendapatkan imunisasi campak.

Dari data yang dihimpun, sebagian besar kasus suspek terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Rinciannya, sebanyak 104 kasus berasal dari anak yang belum imunisasi, 24 kasus dengan imunisasi tidak lengkap, dan hanya 30 kasus pada anak dengan imunisasi lengkap.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved