Berita Lampung

Keluarga Histeris Sambut Jasad 2 Mahasiswi Unila yang Ditemukan di Laut Pulau Pasaran

Kedua mahasiswi Unila tersebut diketahui bernama Bunga (22) warga Metro, dan Fatmawati (22) warga Tulangbawang Barat.

tangkap layar/video warga
TEMUKAN JASAD - Juhendi saat menemukan jasad mahasiswi Unila mengapung di dekat kapalnya pada Kamis (2/4/2026) sekira pukul 11.30 WIB. Mahasiswi tersebut sehari sebelumnya terseret arus sungai saat rekreasi di tempat wisata alam Wira Garden Bandar Lampung. 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga histeris menyambut dua jasad mahasiswi Unila yang ditemukan di laut Pulau Pasaran, Bandar Lampung.
  • Kedua mahasiswi Unila tersebut diketahui bernama Bunga (22) warga Metro, dan Fatmawati (22) warga Tulangbawang Barat.
  • Mereka ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus sungai hingga tenggelam di tempat wisata alam Wira Garden, Bandar Lampung.

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungKeluarga histeris menyambut dua jasad mahasiswi Universitas Lampung ( Unila) yang ditemukan di laut Pulau Pasaran, Bandar Lampung, Kamis (2/4/2026) siang.

Kedua mahasiswi Unila tersebut diketahui bernama Bunga (22) warga Metro, dan Fatmawati (22) warga Tulangbawang Barat.

Mereka ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus sungai hingga tenggelam di tempat wisata alam Wira Garden Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 13.05 WIB.

Jasad mahasiswi ditemukan nelayan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur sudah mengapung di perairan Pulau Pasaran.

Juhendi (35) nelayan yang menemukan satu dari dua jenazah mahasiswi tersebut mengungkap awal mula temuannya tersebut.

Baca juga: 2 Mahasiswi sempat Berswafoto sebelum Hanyut di Sungai Batu Putu Bandar Lampung

Dia mengaku telah melihat benda aneh mengapung seperti boneka saat menguras air di dalam kapalnya. 

Kondisi jasad tersebut telungkup di dekat kapalnya, Kamis (2/4/2026) sekira pukul 11.30 WIB. 

"Jadi saya itu sedang menimba air di dalam kapal karena posisi air masuk ke dalam kapal, dan kaget saat menguras air ada benda aneh mengapung seperti boneka," kata Juhendi diwawancarai Tribunlampung.co.id, Jumat (3/4/2026). 

"Saya penasaran lalu panggil Juliansyah kawan yang sama-sama sedang berada di laut untuk cek langsung dan benar apa yang saya lihat benar mayat," terusnya.

Dirinya langsung turun ke air dengan kedalaman sekitar 10 meter, kemudian secepatnya langsung diangkat ke dalam kapal. 

"Pada saat itu saya bingung makanya saya telepon bos dengan posisi mayat sudah kami ikat dan langsung bilang dinaikan saja ke kapal," ucapnya.

Jasad saat ditemukan mengenakan pakaian hitam, posisi baju tak menutupi badan dan seperti boneka. Sebelumnya ada satu jasad lain yang sudah dievakuasi oleh petugas hingga dibawa ke daratan. 
 
"Jarak antara mayat yang kami temukan dengan mayat lainnya ada berjarak sekitar 100 meter," kata Juhendi. 

"Saya ingat dengan saudara kalau kejadian seperti itu inisiatif cepat tolongin," imbuhnya.

Pada saat evakuasi dari laut ke daratan sudah ramai keluarga korban yang menunggu. Keluarga langsung menyambut dengan menggunakan perahu yang digunakannya untuk dibawa ke gudang agen ujung bronjong arah Pulau Pasaran.

Pada saat penyambutan suasana histeris dari keluarga karena sudah menunggu sejak kemarin dan akhirnya jasad ditemukan. "Saya sempat sedih terharu melihat keluarga yang menangis tersebut," ujarnya.

Dirinya mengaku belum pernah menemukan hal yang aneh, dan penemuan jasad ini menjadi yang pengalaman pertamanya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)  

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved