Berita Lampung
Nenek Asal Jerman Korban Kebakaran di Pesisir Barat Dimakamkan
Helena Vera Otto (92), warga negara asing (WNA) asal Jerman, yang menjadi korban kebakaran rumah di Pesisir Barat, Lampung dimakamkan di TPU setempat.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- WNA Jerman Helena Vera Otto (92), korban kebakaran di Pesisir Barat, dimakamkan di TPU Pekon Rawas.
- Kebakaran terjadi dini hari, diduga akibat korsleting listrik saat korban tidur.
- Pemakaman dilakukan atas kesepakatan keluarga dan tanpa autopsi.
- Korban telah tinggal hampir 2 tahun di Indonesia dengan izin sementara.
- Keluarga di Jerman telah menerima dan mengikhlaskan kejadian tersebut.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Helena Vera Otto (92), warga negara asing (WNA) asal Jerman, yang menjadi korban kebakaran rumah di Pesisir Barat, Lampung, dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Pemakaman dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat pada Senin (6/4/2026).
Helena menjadi korban meninggal dunia setelah kebakaran melanda rumah tempatnya tinggal pada Senin dini hari.
Proses pemakaman dilakukan di setelah pihak keluarga bermusyawarah dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
Peratin (kepala desa) Pekon Kampung Jawa, Rudianto, mengatakan bahwa keputusan pemakaman diambil setelah keluarga menyatakan telah mengikhlaskan musibah tersebut.
Baca juga: Rumahnya Terbakar, Nenek Asal Jerman Meninggal, Damkar Sempat Kaget Dapat Informasi
"Korban dimakamkan di tempat pemakaman umum di sini berdasarkan kesepakatan pihak keluarga dan juga koordinasi dengan semua pihak terkait," ujarnya, Senin.
Berdasarkan keterangan warga, saat kebakaran terjadi korban diketahui sedang tertidur di dalam kamar.
Rumah tersebut merupakan milik besannya, Astari, yang akrab disapa Uak Ogan.
"Menurut informasi masyarakat, korban saat itu sedang tidur. Kamar tempat beliau beristirahat terpisah dari bangunan utama dalam satu area rumah," jelasnya.
Kebakaran itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.14 WIB.
Petugas pemadam kebakaran dibantu warga setempat berhasil memadamkan api sekitar pukul 05.00 WIB.
Sementara itu, Yunani, menantu korban, mengaku pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti penyebab awal kebakaran.
Ia menyebut api sudah dalam kondisi besar saat pertama kali diketahui.
"Kami bangun sekitar pukul 03.30 WIB, tiba-tiba api sudah membesar. Kami tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal kebakaran itu terjadi," katanya.
Menurut Yunani, korban yang akrab disapa "oma" meski telah berusia lanjut, kondisinya masih cukup sehat untuk beraktivitas secara mandiri.
| 5 Nama Bakal Calon Rektor Itera, Total Ada 13 Orang yang Mendaftarkan Diri |
|
|---|
| Rumahnya Terbakar, Nenek Asal Jerman Meninggal, Damkar Sempat Kaget Dapat Informasi |
|
|---|
| Ancaman Hama Sundep, Petani Trimurjo Lampung tengah Dihantui Risiko Gagal Tanam |
|
|---|
| Gubernur Lampung Ingatkan Gangguan Pasokan BBM Bisa Muncul karena Panic Buying |
|
|---|
| Pickleball Bakal Dipertandingkan di PON 2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Rumahnya-Terbakar-Nenek-Asal-Jerman-Meninggal-Damkar-Sempat-Kaget-Dapat-Informasi.jpg)