Berita Lampung
Wamenkes Benjamin Nilai Penanganan TBC Tidak Bisa Hanya dari Sektor Kesehatan
Dia menuturkan bahwa penanganan penyakit TBC ini tidak cukup hanya melalui pengobatan medis, tetapi juga harus disertai perbaikan lingkungan.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyatakan bahwa penanganan TBC tidak bisa hanya dari sektor kesehatan saja. Sehingga membutuhkan penanganan kolaborasi dari lintas sektor.
Dia menuturkan bahwa penanganan penyakit TBC ini tidak cukup hanya melalui pengobatan medis, tetapi juga harus disertai perbaikan lingkungan dan kondisi tempat tinggal pasien.
"Penanganan TBC tidak bisa hanya dari sektor kesehatan. Harus melibatkan kementerian lain seperti dalam negeri, desa, hingga tenaga kerja. Semua saling berkaitan," jelas Benjamin saat kunjungan ke Bandar Lampung bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus, Selasa (14/4/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, pada tahun 2020 jumlah kasus TBC di Indonesia diperkirakan mencapai 824 ribu. Namun hanya sekitar setengahnya yang berhasil ditemukan.
Sementara pada 2025, dari estimasi 1.090.000 kasus, sebanyak 867 ribu kasus telah berhasil terdeteksi.
Baca juga: Eva Dwiana Sebut Penanganan TBC di Bandar Lampung Terdukung Peran Aktif Kader Kesehatan
Capaian ini, lanjut dia, tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk kader kesehatan di daerah. Provinsi Lampung sendiri, tingkat notifikasi kasus TBC disebut telah mencapai sekitar 97-98 persen.
Wamenkes juga memastikan bahwa pemerintah pusat akan terus mendukung daerah dengan melengkapi sarana dan prasarana penanganan TBC. Khususnya di provinsi dengan angka kasus tinggi.
"Kami siapkan anggaran, alat, dan dukungan penuh. Tapi yang paling penting adalah kerja bersama sampai ke tingkat kader," tegasnya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan program kesehatan nasional di daerah, khususnya dalam mempercepat eliminasi TBC dan penurunan angka stunting di Lampung.
Diketahui, acara kunjungan kerja Wamenkes dan Wamendagri tersebut dipusatkan di Aula Semergou, Kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Keduanya disambut Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana beserta jajaran Forkopimda Pemerintahan Kota Bandar Lampung.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal beserta jajaran Forkopimda Pemerintahan Provinsi Lampung juga hadir.
Dalam kunjungan itu Wamenkes Benjamin juga menyatakan bahwa fokus penanganan masalah kesehatan tidak hanya pada TBC. Melainkan ada stunting dan gizi buruk.
Menurut dia, upaya ini krusial untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan kompetitif.
"Kalau kita ingin menjadi negara maju di 2045, SDM harus sehat dan berkualitas. Stunting dan gizi buruk harus kita atasi dari sekarang," ujarnya.
Ia juga menyinggung posisi Indonesia dalam perekonomian global yang saat ini berada di peringkat ke-16 dunia dan tergabung dalam forum G20.
Dengan pengelolaan pemerintahan yang efektif, Indonesia diproyeksikan bisa masuk ke posisi 6 atau 7 besar ekonomi dunia pada 2045.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
| Wamenkes: Lampung Masuk 11 Provinsi Prioritas Penanganan TB |
|
|---|
| NasDem Lampung Bantah Isu Merger dengan Gerinda, Herman HN Sebut Pemberitaan Merugikan |
|
|---|
| Eva Dwiana Sebut Penanganan TBC di Bandar Lampung Terdukung Peran Aktif Kader Kesehatan |
|
|---|
| Wawenkes Minta Kader Aktif Indetifikasi Kasus TBC hingga Dampingi Pasien Selama Pengobatan |
|
|---|
| RSUD Pesawaran Beberkan Kondisi Warga Tersambar Petir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Wamenkes-Benjamin-Nilai-pengananan-TBC-tak-cukup-hanya-dari-sektor-kesehatan.jpg)