Lampung Barat

JKN Menjadi Penopang Hidup Sariyah Kurun Waktu Enam Tahun

Pasien gagal ginjal kronis Sariyah, warga Lampung Barat, terbantu dengan kepesertaan JKN segmen PBI.

Dokumentasi
TERBANTU JKN - Pasien gagal ginjal kronis Sariyah, warga Lampung Barat, terbantu dengan kepesertaan JKN segmen PBI. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - Bagi pasien dengan gagal ginjal kronis, hemodialisa (cuci darah) menjadi kebutuhan seumur hidup yang harus dijalani secara rutin.

Di balik prosedur medis itu tersimpan kekhawatiran besar tentang biaya yang tidak sedikit.

Bagi Sariyah, warga Lampung Barat sekaligus peserta JKN segmen PBI, kekhawatiran terhadap biaya kini telah jauh berkurang sehingga ia dapat fokus menjalani pengobatan dengan lebih tenang.

Selama enam tahun terakhir Sariyah telah menjalani terapi cuci darah secara rutin. Perjalanannya tidak singkat.

Ia mengawali pengobatan di RS Mitra Husada di Pringsewu, kemudian sempat berpindah ke RS Bintang Amin di Bandar Lampung, hingga akhirnya melanjutkan perawatan di RSUD Alimuddin Umar Lampung Barat karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Ketika ditemui saat menjalani proses cuci darah ditemani putrinya, kondisi fisiknya tampak stabil, raut wajahnya segar, dan terlihat cukup bertenaga.

Di sela proses terapi, Sariyah juga dapat diajak berbincang dengan antusias. Ia menjawab setiap pertanyaan dengan jelas dan penuh semangat.

Di rumah sakit tersebut Sariyah merasakan pelayanan yang menurutnya sangat baik.

Ia menuturkan tenaga kesehatan memberikan perhatian dan dukungan yang membuatnya lebih kuat menjalani terapi. 

“Perawatnya perhatian dan selalu support. Dokternya juga baik dan tanggap. Tidak ada kendala selama menjalani perawatan di sini,” ujar Sariyah.

Sebagai peserta PBI, Sariyah juga mengaku tidak pernah mengalami kendala biaya selama menjalani pengobatan.

Seluruh kebutuhan obat dan tindakan medis terpenuhi tanpa harus membeli di luar ataupun membayar tambahan biaya. 

”Semua obat saya terima dari rumah sakit dan tidak pernah disuruh membayar lagi. Saya sangat berterima kasih. Layanan di rumah sakit ini bagus sekali,” tambahnya.

Suasana haru pun tak terbendung saat ia mengungkapkan perasaannya. Dengan mata berkaca-kaca, Sariyah menyampaikan rasa terima kasih karena selama bertahun-tahun pengobatannya dapat terus berjalan. 

“Kami ini orang tidak mampu, harapannya BPJS Kesehatan tetap menanggung pengobatan kami,” tuturnya lirih.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Tags
JKN
hidup
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved