Berita Lampung

Diskes Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus di Pringsewu

Rahmadi menjelaskan, hantavirus merupakan virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. 

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Ilustrasi Tribunnews
TETAP WASPADA - Diskes Pringsewu memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus warga yang terjangkit hantavirus. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pringsewu memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus warga yang terjangkit hantavirus di Bumi Jejama Secancanan. 

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pringsewu Rahmadi mengatakan, belum adanya temuan kasus bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan potensi penularan penyakit yang berasal dari hewan pengerat tersebut.

“Untuk kasus hantavirus di Kabupaten Pringsewu sampai saat ini belum ada laporan. Namun, kewaspadaan tetap perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan tikus,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Senin (18/5/2026).

Rahmadi menjelaskan, hantavirus merupakan virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. 

Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel halus dari urine atau kotoran tikus yang terinfeksi, maupun melalui benda dan makanan yang telah terkontaminasi.

Gejala awal infeksi umumnya menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan tubuh lemas. 

Pada kondisi berat, penderita dapat mengalami sesak napas akibat gangguan paru-paru atau gangguan fungsi ginjal.

Menurutnya, pencegahan menjadi langkah utama untuk menghindari risiko penularan. 

Masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, menutup celah masuk tikus, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang berpotensi terpapar kotoran tikus.

“Kebersihan lingkungan sangat penting karena tikus mudah berkembang biak di tempat yang kotor dan banyak sampah. Jika populasi tikus meningkat, risiko penyakit yang ditularkan juga ikut bertambah,” katanya.

Selain hantavirus, tikus juga diketahui dapat menjadi pembawa penyakit lain seperti leptospirosis dan pes. 

Karena itu, Diskes Pringsewu mengingatkan masyarakat untuk tidak menumpuk sampah dan rutin menjaga sanitasi lingkungan.

Rahmadi menambahkan, Dinkes terus melakukan edukasi melalui puskesmas, posyandu, sekolah, dan media sosial terkait pencegahan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan hewan ke manusia.

“Pesan kami, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Menjaga kebersihan dan menerapkan PHBS menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah berbagai penyakit,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved