Siswa Berprestasi Lampung

Naraya Siswi SMP IT Darul Ilmi Bandar Lampung Berprestasi Baca Puisi, Kuncinya Percaya Diri

Selain bisa menciptakan puisi, siswi SMP IT Darul Ilmi Bandar Lampung juga mahir dalam membaca sebuah puisi.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
SISWI BERPRESTASI - Karaissa Naraya Baginda (13) siswi kelas 7 SMP IT Darul Ilmi Bandar Lampung saat memamerkan piala kemenangan baca puisi miliknya. 

Ringkasan Berita:
  • Karaissa Naraya Baginda (13) siswi SMP IT Darul Ilmi Bandar Lampung berbakat dalam bidang sastra.
  • Selain mahir menciptakan puisi, siswi kelas 7 ini juga pandai membaca puisi.
  • Ia pun meraih prestasi atas kejuaraan membaca puisi yang diikuti di tingkat Provinsi Lampung.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Seorang siswi dengan mahir menulis bait demi bait puisi yang ia ciptakan di pojok baca SMP IT Darul Ilmi.

Baca juga: Reynard Favio Siswa SD Al-Kautsar Bandar Lampung Raih Prestasi Bulu Tangkis, Disiplin Berlatih

SMP IT Darul Ilmi berlokasi di  Jalan Persada II No.37, Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung, kode pos 35153 pada Rabu (3/6/2026).

Selain bisa menciptakan puisi, dia juga mahir dalam membaca sebuah puisi. Ia adalah Karaissa Naraya Baginda (13) siswi kelas 7 SMP IT Darul Ilmi.

Perjalanan Raya, sapaan akrab Karaissa Naraya Baginda dimulai sejak duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Saat itu dirinya tertarik untuk mengikuti lomba baca puisi.

Pertama kali Raya mengikuti kegiatan baca puisi ketika berada di Pondok Pesantren Al Firdaus. 

“Saya tertarik ikut lomba baca puisi karena menurut saya keren. Saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri apakah saya bisa tampil seperti mereka,” ujar Raya Rabu (3/6/2026).

Langkah pertamanya di dunia lomba baca puisi langsung membuahkan hasil. Pada kompetisi baca puisi pertamanya, Raya berhasil meraih Juara 3. 

Dari Membaca hingga Menciptakan Puisi

Tidak hanya puas menjadi pembaca puisi, Raya kemudian mencoba tantangan baru, yaitu menulis dan menciptakan puisi sendiri. 

Ia mulai mengikuti lomba cipta puisi saat duduk di kelas 6 SD, dua tahun sejak dirinya memulai lomba baca puisi.

Menurutnya, menulis puisi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dibandingkan membacakan puisi karya orang lain. 

“Cipta puisi lebih sulit, saya harus banyak-banyak baca puisi dan mengarang puisi saya sendiri,” jelasnya.

Namun, rasa penasaran dan keinginan untuk terus berkembang membuatnya berani mencoba.

“Saya ingin membuktikan lagi ke diri sendiri, kalau saya suka membaca puisi, apakah saya juga bisa membuat puisi,” katanya.

Meski telah menorehkan prestasi dalam cipta puisi, Raya mengaku lebih banyak mengikuti dan lebih menyukai kompetisi baca puisi. 

Baginya, membaca puisi bukan hanya soal menghafal teks, tetapi juga melatih kemampuan berbicara di depan umum dan mengekspresikan emosi.

Mengagumi Penyair Besar Indonesia

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved