Jemaah Haji Lampung

Jumlah Jemaah Haji Lampung yang Wafat Bertambah Jadi Tujuh Orang

Jumlah jemaah haji asal Provinsi Lampung yang dilaporkan wafat saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci bertambah jadi tujuh orang.

Tayang:
ISTIMEWA/Hurri Agusto
JEMAAH WAFAT- Jemaah haji asal Lampung yang wafat dalam rangkaian ibadah di Tanah Suci bertambah jadi tujuh orang. 

Ringkasan Berita:
  • Jumlah jemaah haji asal Lampung yang wafat dalam rangkaian ibadah haji bertambah jadi tujuh orang.
  • Dua jemaah wafat pada fase sebelum puncak haji.
  • Lima jemaah lainnya mengembuskan napas terakhir pasca-puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M.

Baca juga: Jemaah Haji asal Pringsewu Lampung Wafat di Makkah Usai Rampungkan Tawaf Ifadah

Jumlah jemaah haji asal Provinsi Lampung yang dilaporkan wafat saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci, Arab Saudi kini bertambah menjadi tujuh orang, Rabu (3/6/2026)

Humas Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Lampung, Syarief Ediansyah mengatakan, jumlah ini bertambah tiga orang dari sebelumnya empat orang jemaah wafat pada 1 Juni 2026 lalu.

Dari ketujuh jemaah, dua jemaah wafat pada fase sebelum puncak haji, sementara lima jemaah lainnya mengembuskan napas terakhir pasca-puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Tiga jemaah yang wafat terbaru yakni Hj. Suriah Sanusi Tayem Binti Sanusi (Kloter JKG 15 – Asal Kabupaten Lampung Utara), Hj. Nurhasanah Mardian (Kloter JKG 21 – Asal Kabupaten Pringsewu), dan H. Sarno Sahrudin Darmo (Kloter JKG 19 – Asal Kabupaten Tanggamus)," ujar Syarief dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026)

Pihak otoritas haji membeberkan bahwa jemaah yang wafat setelah melewati fase Armuzna secara syariat telah menyelesaikan rukun utama mereka.

"Saat ini tercatat ada tujuh orang (jemaah wafat), dua wafat sebelum puncak haji atau Armuzna, sedangkan lima orang lainnya pasca Armuzna," ujar Syarief Ediansyah.

Adapun para jemaah yang wafat pasca Armuzna disebabkan faktor kelelahan hingga risiko tinggi akibat usia hingga penyakit bawaan.

Ketua Kloter JKG 21, M Haikal Ahra, mengatakan bahwa jemaah rombongannya yang meninggal dunia di tanah suci kini menjadi dua orang, setelah sebelumnya jemaah atas nama Muhammad Sukono Sarwan wafat pada Senin (1/6/2026) akibat serangan jantung

Terbaru, jemaah kloter JKG 21 atas nama Hj. Nurhasanah Mardian (86 Tahun) asal Pringsewu juga dinyatakan wafat akibat kelelahan fisik.

Menurut Haikal, mengonfirmasi almarhumah wafat pada Selasa (2/6/2026) sekira pukul 13.00 WAS di Makkah. 

Selama di kloter, Haikal memaparkan bahwa kondisi fisik almarhumah sebenarnya terpantau sehat dan tidak ada riwayat penyakit darurat. 

"Namun karena faktor usia yang sudah menginjak 86 tahun, fisiknya sepertinya drop setelah malamnya menyelesaikan ibadah Tawaf Ifadah, padahal almarhumah menggunakan kursi roda," kata dia.

Pada Selasa siang, almarhumah sempat terduduk lemas di kamar mandi hotel saat hendak mengambil air wudhu untuk menunaikan Shalat Dzuhur.

"Saat dievakuasi ke kamar dan ditangani oleh Tenaga Kesehatan Haji (Nakes) menggunakan infus, denyut nadi dan respons retina matanya berangsur hilang, tapi kita tidak bisa menyatakan wafat sebelum ada kepastian medis," Kata dia.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved