Breaking News

Pembangunan Pabrik Bioetanol di Lampung

Menatap Industri Bioetanol, Harapan Warga Tegineneng di Balik Proyek Strategis Nasional

Ketika disinggung mengenai rencana pemanfaatan tanaman sorgum sebagai bahan baku bioetanol, Hairul meresponsnya dengan senyuman santai. 

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
DONGKRAK EKONOMI - Camat Tegineneng Aep Alamsyah (kiri) bersama Kepala Desa Kota Agung Hairul Ahmad, Selasa (9/6/2026). 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Raut penuh harap terpancar di wajah Hairul Ahmad, Kepala Desa Kota Agung, Tegineneng, Pesawaran, ketika ditanya terkait rencana pemerintah pusat mengembangkan industri bioetanol di wilayahnya.

Di sampingnya, Camat Tegineneng, Aep Alamsyah, seraya tersenyum menyatakan optimisme terhadap potensi wilayahnya sebagai sumber energi terbarukan nasional.

Di antara hamparan lahan singkong dan jagung, keduanya kini bersiap mengukir sejarah baru di mana wilayahnya bakal dikembangkan untuk menjajaki komoditas baru yakni sorgum.

Tanaman ini diproyeksikan bakal komoditas baru yang dikembangkan unntuk dikembangkan menjadi pilar ketahanan energi nasional melalui megaproyek industri bioetanol.

Aep Alamsyah mengungkapkan bahwa komunikasi intensif telah dijalin dengan para petani penggarap lahan milik Pemprov Lampung yang bakal menjadi pusat industri bioetanol.

Menurutnya, masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup di atas aset milik Pemerintah Provinsi Lampung tersebut memang telah menyadari dan bersiap jika lahan tersebut bakal dikembalikan ke negara untuk kepentingan yang lebih besar.

"Melalui Pak Lurah (Kades), sudah mulai dikomunikasikan bahwasanya pada dasarnya penggarap lahan ini sudah menyadari itu dan siap apabila lahan akan digunakan. Intinya mereka sangat mendukung upaya ini," ujar Aep Alamsyah, Selasa (9/6/2026).

Hairul Ahmad mengakui bahwa lahan seluas 21 hektare tersebut merupakan aset milik Pemprov Lampung yang ini menjadi tulamg punggung bagi dapur sekitat 700 kepala keluarga (KK) di Desa Kota Agung. 

Menurutnya, mayoritas warga setempat bekerja sebagai petani, termasuk memanfaagkan lahan tersebut dengan bertani singkong, jagung, hingga padi.

Ketika disinggung mengenai rencana pemanfaatan tanaman sorgum sebagai bahan baku bioetanol, Hairul meresponsnya dengan senyuman santai. 

Baginya dan warga desa, sorgum bukanlah tanaman yang asing.

"Kalau di desa sih untuk masyarakat, sorgum itu tidak dibilang tanaman asing, karena itu kan sejenis seperti tanaman tebu untuk pakan ternak sapi. Insya Allah untuk masyarakat pun ya insyaallah sudah banyak mengenal tanaman seperti itu," tutur Hairul Ahmad.

Secara kasat mata, Hairul menjamin karakteristik tanah di desanya sangat ramah terhadap komoditas baru tersebut. 

Ia optimistis tanaman ini akan tumbuh subur di wilayahnya guna mendukun proyek strategis nasional.
 
"Kalau untuk kasat mata kami, untuk tanah di sini cocok (ditanami sorgum). Karena ditanam sejenis lain juga tumbuh bagus," tambah dia.

Sebagai pemimpin tingkat desa, Hairul Ahmad menaruh harapan besar agar mega proyek ini tidak sekadar menjadi pabrik yang berdiri megah, melainkan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif demi mendongkrak ekonomi warganya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved