Berita Lampung

Polisi Ungkap Identitas Lansia yang Ditemukan Tewas dalam Sumur di Tanggamus

Korban diketahui bernama Komariah, perempuan berusia 62 tahun yang tinggal sendiri.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Dokumentasi Polres Tanggamus/Oky Indra Jaya
TEMUAN MAYAT - Polsek Pugung mengidentifikasi temuan mayat seorang perempuan lanjut usia di dalam sumur rumahnya di Dusun Sinar Gunung, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa malam (9/6/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Warga Dusun Sinar Gunung, Pekon Tiuh Memon, digemparkan penemuan jasad lansia di sumur, Selasa malam (9/6/2026).
  • Korban: Komariah (62), tinggal sendiri.
  • Anak korban menemukan jasad setelah warga melaporkan bau tak sedap.

Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Pihak kepolisian akhirnya mengonfirmasi identitas jasad lansia yang ditemukan dalam sumur di Dusun Sinar Gunung, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Selasa malam (9/6/2026). 

Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Lansia di Dalam Sumur Rumahnya di Tanggamus, Berawal dari Bau Menyengat

Korban diketahui bernama Komariah, perempuan berusia 62 tahun yang tinggal sendiri.

Kapolsek Pugung, Ipda Agus Tri Kurniawan, menyatakan bahwa laporan mengenai bau tak sedap dari rumah korban memicu respons cepat aparat. 

“Setelah laporan masuk pukul 21.17 WIB, personel Polsek Pugung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan Pos Damkar Talang Padang, Puskesmas Rantau Tijang, serta Basarnas Kabupaten Tanggamus untuk evakuasi jenazah,” jelasnya.

Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 23.15 WIB hingga menjelang tengah malam. 

Menurut Agus, anak korban menemukan jasad ibunya di sumur rumah saat memeriksa kamar mandi, setelah mendapat kabar dari warga sekitar.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal lebih dari 24 jam sebelumnya. 

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana. 

Pihak keluarga menyebut Komariah memiliki riwayat penyakit GERD dan kondisi pikun. 

Mereka menilai peristiwa ini sebagai musibah, sehingga menolak autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.

Agus menekankan agar masyarakat meningkatkan perhatian terhadap lansia, terutama yang tinggal sendiri. 

“Kehadiran keluarga dan tetangga sangat penting untuk menjaga keselamatan mereka. Pemantauan rutin bisa mencegah risiko bahaya yang tidak diinginkan,” ujarnya.

 Ia menambahkan harapannya agar warga lebih peduli dan lansia mendapat perhatian yang memadai dalam kehidupan sehari-hari.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved