Berita Terkini Nasional

Terbongkar Perbuatan Briptu Rizka kepada Brigadir Esco dari Rekonstruksi di Dalam Rumah

Briptu Rizka adalah tersangka dalam kasus kematian tak wajar Brigadir Esco anggota polisi Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat.

Tayang:
Kolase Ist TikTok
TERBONGKAR PERBUATAN - Briptu Rizka saat rekonstruksi kasus kematian Brigadir Esco. Terbonkar perbuatan Briptu Rizka kepada Brigadir Esco dari rekonstruksi di dalam rumah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lombok Barat - Terbongkar perbuatan Briptu Rizka Sintiani kepada Brigadir Esco dari rekonstruksi di dalam rumah.

Briptu Rizka adalah tersangka dalam kasus kematian tak wajar Brigadir Esco anggota polisi Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat.

Brigadir Esco ditemukan meninggal di kebun belakang rumahnya dengan kondisi leher terjerat tali. Awalnya dikira mengakhiri hidup ternyata anggota polisi tersebut tewas karena dibunuh.

Penyidik Polda Nusa Tenggara Barat melakukan rekonstruksi kasus kematian Brigadir Esco. Sejumlah adegan dalam rekonstruksi kasus kematian Brigadir Esco diperagakan di dalam rumah korban dan tersangka.

Dilansir Tribunlombok.com rekonstruksi itu mengungkap fakta baru kasus pembunuhan Brigadir Esco yang diduga dilakukan oleh istrinya sendiri, Briptu Rizka.

Dalam rekonstruksi yang digelar oleh Polres Lombok Barat, diperlihatkan kronologi kekerasan yang dialami korban hingga menyebabkan kematian.

Tersangka diketahui melakukan kekerasan fisik terhadap korban dengan memukul bagian belakang kepala menggunakan benda tumpul.

Aksi tersebut terjadi di dalam rumah yang dihuni oleh korban dan tersangka, yang merupakan pasangan suami istri.

Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir Esco, Lalu Anton Heriawan, usai menyaksikan rekonstruksi tertutup versi penyidik di dalam rumah tersangka.

“Reka adegan (di dalam rumah) korban sempat dipukul di bagian kepala oleh Brigadir Rizka,”
ucap Anton saat ditemui di lokasi rekonstruksi, di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Senin (29/9/2025).

Anton juga menyebutkan, tidak hanya bekas luka dari benda tumpul yang diterima korban, namun juga luka sayatan di wajah bagian dahi dan pipi serta telapak tangan bagian kanan korban. 

“Kalau luka sayatan di bagian tangan kan itu naluri membela diri, nggak ada orang yang mau mati konyol, maka kami yakini ada tersangka lain yang ikut terlibat,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam rekonstruksi versi penyidik, diperagakan sekitar 50 adegan oleh pemeran pengganti. Proses tersebut turut menghadirkan saksi ahli, termasuk dokter forensik dan tim Inafis, untuk menjelaskan mekanisme pembunuhan terhadap Brigadir Esco.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, menolak memberikan keterangan kepada awak media terkait detail rekonstruksi.

Di sisi lain, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Catur Erwin Setiawan, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kematian Brigadir Esco, termasuk dua sosok yang disebut sebagai "Mr X".

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved