Berita Terkini Nasional
Budi Arie Setiadi Bantah Projo Singkatan dari Pro-Jokowi, "Jangan Diframing"
Eks Menkominfo, Budi Arie Setiadi, menegaskan, jika ormas Projo yang diinisiasinya, bukanlah singkatan dari Pro-Jokowi.
Ringkasan Berita:
- Eks Menkominfo Budi Arie Setiadi menegaskan Ormas Projo bukan singkatan dari Pro-Jokowi, melainkan dari bahasa Sanskerta berarti negeri dan rakyat.
- Projo akan mengubah logo agar tak terkesan mengkultuskan individu dan kini mendukung agenda Presiden Prabowo.
- Budi menolak anggapan Projo memutus hubungan dengan Jokowi, menyebut Projo justru lahir karena semangat kepemimpinan rakyat ala Jokowi.
- Jokowi tak hadir di Kongres III Projo karena alasan kesehatan dan hanya mengirimkan video ucapan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Eks Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menegaskan, jika organisasi masyarakat alias ormas Projo yang diinisiasinya, bukanlah singkatan dari Pro-Jokowi.
Hal tersebut ditegaskan Budi Arie seusai menyampaikan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan, dalam rangka mewujudkan hal itu, Projo berencana akan mengubah logo yang selama ini identik dengan wajah Jokowi dengan latar belakang merah. Ini sebagai bukti transformasi organisasi.
Ormas (Organisasi Masyarakat) adalah kelompok yang dibentuk oleh warga negara secara sukarela berdasarkan kesamaan tujuan, kegiatan, profesi, atau aspirasi tertentu. Tujuannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan, menyalurkan pendapat, serta memperjuangkan kepentingan sosial, politik, ekonomi, atau budaya masyarakat secara sah dan sesuai hukum.
”Kami akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo. Dalam rangka itu, Projo akan melakukan transformasi organisasi."
"Satu di antaranyaadalah kemungkinan mengubah logo Projo, yang nanti akan kita putuskan di Kongres III ini,” kata Budi Arie dalam Kongres III Projo, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (2/11/2025), sebagaimana dilansir dari TribunJakarta.com.
Budi Arie juga menegaskan, nama Projo tidak melekat pada satu individu. Menurut dia, Projo diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti ’negeri’ dan ’rakyat’ dalam Jawa Kawi sehingga organisasi ini menekankan kecintaannya secara luas kepada negara dan rakyat.
Sehingga logo Projo juga akan diubah agar tidak terkesan mengkultuskan individu.
”Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu. Projo itu sendiri artinya adalah negeri dan rakyat. Jadi, kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” ungkapnya.
Budi juga menepis bahwa selama ini Projo diidentikkan dengan Pro-Jokowi. Dia berkilah, istilah itu kadung berseliweran di media karena dianggap lebih mudah dilafalkan.
”Pro-Jokowi itu, kan, karena gampang dilafalkan aja, ya?” katanya
Menurut Budi, transformasi Projo ini menjadi keniscayaan karena Indonesia saat ini menghadapi tantangan baru.
Satu di antaranya yakni isu persatuan karena dia menilai saat ini masyarakat terpecah belah dan mudah diadu domba.
Projo sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode. Kita saat ini menghadapi tantangan baru.
Baca juga: Alasan PROJO Tak Lagi Gunakan Wajah Jokowi, Agar Tidak Terkesan Kultus Individu
“Ini tidak mudah geopolitiknya, tantangan globalnya, dan sebagainya, sehingga kami harus betul-betul (menjaga) persatuan nasional ini menjadi penting,” ungkapnya.
| Putusan Cerai Keluar Besok, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Masih WA soal Barang |
|
|---|
| Warga Tewas Diduga Dianiaya Oknum TNI, Korban Dituding Hendak Transaksi Narkoba |
|
|---|
| Pengakuan Sopir Bus Peziarah Asal Lampung Sebelum Kebakaran Hebat Terjadi |
|
|---|
| Penyebab Bus Rombongan Peziarah Asal Lampung Terbakar Hebat di Tol Japek |
|
|---|
| Kondisi 34 Peziarah Asal Lampung Ketika Bus yang Ditumpangi Terbakar di Tol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/budi-arie-setiadi_20160107_163116.jpg)