Berita Terkini Nasional

Budi Arie Setiadi Bantah Projo Singkatan dari Pro-Jokowi, "Jangan Diframing"

Eks Menkominfo, Budi Arie Setiadi, menegaskan, jika ormas Projo yang diinisiasinya, bukanlah singkatan dari Pro-Jokowi.

Tribunnews
BUKAN PRO-JOKOWI - Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi. Eks Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menegaskan, jika organisasi masyarakat alias ormas Projo yang diinisiasinya, bukanlah singkatan dari Pro-Jokowi. Hal tersebut ditegaskan Budi Arie seusai menyampaikan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto.  

Ringkasan Berita:
  • Eks Menkominfo Budi Arie Setiadi menegaskan Ormas Projo bukan singkatan dari Pro-Jokowi, melainkan dari bahasa Sanskerta berarti negeri dan rakyat.
  • Projo akan mengubah logo agar tak terkesan mengkultuskan individu dan kini mendukung agenda Presiden Prabowo.
  • Budi menolak anggapan Projo memutus hubungan dengan Jokowi, menyebut Projo justru lahir karena semangat kepemimpinan rakyat ala Jokowi.
  • Jokowi tak hadir di Kongres III Projo karena alasan kesehatan dan hanya mengirimkan video ucapan.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Eks Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menegaskan, jika organisasi masyarakat alias ormas Projo yang diinisiasinya, bukanlah singkatan dari Pro-Jokowi.

Hal tersebut ditegaskan Budi Arie seusai menyampaikan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto. 

Bahkan, dalam rangka mewujudkan hal itu, Projo berencana akan mengubah logo yang selama ini identik dengan wajah Jokowi dengan latar belakang merah. Ini sebagai bukti transformasi organisasi. 

Ormas (Organisasi Masyarakat) adalah kelompok yang dibentuk oleh warga negara secara sukarela berdasarkan kesamaan tujuan, kegiatan, profesi, atau aspirasi tertentu. Tujuannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan, menyalurkan pendapat, serta memperjuangkan kepentingan sosial, politik, ekonomi, atau budaya masyarakat secara sah dan sesuai hukum.

Organisasi relawan pendukung Presiden Joko Wododo, Projo mendeklarasikan dukungan mereka kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden, Sabtu (14/10/2023) di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
Organisasi relawan pendukung Presiden Joko Wododo, Projo mendeklarasikan dukungan mereka kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden, Sabtu (14/10/2023) di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. (KOMPAS.COM/ IRFAN KAMIL)

”Kami akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo. Dalam rangka itu, Projo akan melakukan transformasi organisasi."

"Satu di antaranyaadalah kemungkinan mengubah logo Projo, yang nanti akan kita putuskan di Kongres III ini,” kata Budi Arie dalam Kongres III Projo, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (2/11/2025), sebagaimana dilansir dari TribunJakarta.com.

Budi Arie juga menegaskan, nama Projo tidak melekat pada satu individu. Menurut dia, Projo diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti ’negeri’ dan ’rakyat’ dalam Jawa Kawi sehingga organisasi ini menekankan kecintaannya secara luas kepada negara dan rakyat.

Sehingga logo Projo juga akan diubah agar tidak terkesan mengkultuskan individu.

”Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu. Projo itu sendiri artinya adalah negeri dan rakyat. Jadi, kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” ungkapnya.

Budi juga menepis bahwa selama ini Projo diidentikkan dengan Pro-Jokowi. Dia berkilah, istilah itu kadung berseliweran di media karena dianggap lebih mudah dilafalkan. 

”Pro-Jokowi itu, kan, karena gampang dilafalkan aja, ya?” katanya

Menurut Budi, transformasi Projo ini menjadi keniscayaan karena Indonesia saat ini menghadapi tantangan baru. 

Satu di antaranya yakni isu persatuan karena dia menilai saat ini masyarakat terpecah belah dan mudah diadu domba.

Projo sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode. Kita saat ini menghadapi tantangan baru. 

Baca juga: Alasan PROJO Tak Lagi Gunakan Wajah Jokowi, Agar Tidak Terkesan Kultus Individu

“Ini tidak mudah geopolitiknya, tantangan globalnya, dan sebagainya, sehingga kami harus betul-betul (menjaga) persatuan nasional ini menjadi penting,” ungkapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved