Berita Internasional

AS Disebut Telah Habiskan Rp35 Triliun Selama 5 Hari Perang dengan Iran

Selama 5 hari sejak pecahnya perang antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel dampak paling terasa bukan hanya pada eskalasi militer di lapangan.

Tayang:
Tribunnews.com/HO/IST
PANGKALAN MILITER RUSAK - Analisis citra satelit komersial menunjukkan serangan presisi rudal dan drone Iran menghancurkan terminal SATCOM, radome, dan infrastruktur komunikasi di sekitar radar pelacak rudal AN/TPY-2 di sejumlah basis militer AS di Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. 

Ringkasan Berita:
  • Konflik Iran vs AS–Israel 5 hari picu kerugian militer AS hampir US$2 miliar (±Rp35 triliun).
  • Radar AN/FPS-132 di Al Udeid Air Base & radar THAAD di UEA dilaporkan rusak berat.
  • 3 jet F-15E hancur; fasilitas di Camp Arifjan, Camp Buehring & Erbil terdampak.
  • Laporan dikutip Anadolu Agency & media AS.

Tribunlampung.co.id, New York - Selama 5 hari sejak pecahnya perang antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel, dampak paling terasa bukan hanya pada eskalasi militer di lapangan, tetapi juga pada kerugian material yang membengkak cepat di pihak Washington.

Berdasarkan laporan intelijen sumber terbuka yang dikutip Anadolu, Iran disebut telah merusak berbagai aset strategis militer Amerika Serikat di Timur Tengah dengan total nilai mendekati 1,9 hingga 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp35 triliun.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, angka tersebut mencakup radar pertahanan bernilai ratusan juta dolar, jet tempur canggih, sistem komunikasi satelit, hingga infrastruktur pangkalan yang selama ini menjadi tulang punggung proyeksi kekuatan militer AS di kawasan.

Kerugian terbesar dilaporkan berasal dari sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 milik Amerika Serikat yang ditempatkan di Pangkalan Udara Al Udeid. Radar strategis tersebut diperkirakan bernilai sekitar 1,1 miliar dolar AS.

Fasilitas ini dilaporkan terkena serangan rudal Iran pada Sabtu (28/2/2026), dan kerusakannya dikonfirmasi oleh otoritas Qatar. Radar AN/FPS-132 merupakan bagian penting dari sistem deteksi dini ancaman rudal balistik, sehingga kerusakannya dinilai sebagai pukulan signifikan terhadap sistem pertahanan regional AS.

Baca juga: 9 Pangkalan Militer AS Luluh Lantak Dihantam Rudal Iran hanya Dalam Waktu 48 Jam

Selain radar bernilai miliaran dolar itu, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat juga dilaporkan hancur pada Minggu dalam insiden salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait.

Meski enam awak pesawat berhasil selamat, nilai penggantian ketiga pesawat tersebut diperkirakan mencapai 282 juta dolar AS. Kehilangan jet tempur multirole tersebut menambah daftar panjang kerugian material dalam beberapa hari pertama konflik.

Iran juga menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Manama, Bahrain. Dua terminal komunikasi satelit jenis AN/GSC-52B dilaporkan hancur dalam serangan tersebut.

Setiap unit terminal diperkirakan bernilai sekitar 20 juta dolar AS termasuk biaya instalasi dan penempatan. Kerusakan ini berdampak pada sistem komunikasi strategis yang mendukung operasi Angkatan Laut AS di kawasan Teluk.

Tidak berhenti di sana, Iran mengklaim telah menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 dari sistem pertahanan rudal balistik THAAD yang ditempatkan di kawasan industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab.

Nilai radar tersebut diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS. Citra satelit yang beredar menunjukkan adanya dampak signifikan pada lokasi penempatan radar tersebut.

Jika seluruh kerusakan dihitung—mulai dari radar peringatan dini, sistem THAAD, jet tempur, hingga terminal komunikasi nilai aset militer Amerika Serikat yang terdampak mencapai sekitar 1,902 miliar dolar AS.

Angka tersebut belum termasuk potensi kerugian tambahan akibat kerusakan infrastruktur pangkalan dan fasilitas pendukung di berbagai titik yang menjadi target serangan.

Sejak Sabtu, Iran dilaporkan menargetkan sedikitnya tujuh lokasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk pangkalan di Bahrain, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Di Kuwait, sejumlah bangunan di Pangkalan Udara Ali Al Salem dilaporkan mengalami kerusakan struktural. Camp Arifjan disebut menjadi lokasi tewasnya enam personel militer Amerika Serikat, sementara Camp Buehring dilaporkan terkena serangan drone di dalam perimeter pangkalan.

Rekaman yang diverifikasi The New York Times menunjukkan Iran berulang kali menargetkan instalasi militer di Bandara Internasional Erbil, Irak. Citra satelit memperlihatkan sedikitnya empat bangunan mengalami kerusakan atau hancur.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved