Berita Terkini Nasional

Pengakuan Suami Seusai Bunuh dan Mutilasi Jasad Istri Sirinya, "Difitnah Terus"

Pengakuan mengejutkan suami di Samarinda, yang tega bunuh hingga mutilasi jasad istri sirinya, tepat saat perayaan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

Tayang:
Dokumentasi Tribunnews.com
PENGAKUAN PELAKU MUTILASI - Foto ilustrasi, garis polisi. Pengakuan mengejutkan suami di Samarinda, yang tega bunuh hingga mutilasi jasad istri sirinya, tepat saat perayaan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026. Pelaku yang berinisial J (52), mengaku kesal kerap difitnah oleh istri sirinya, Suimih binti Chamim (35), asal Pemalang, Jawa Tengah. Insiden berdarah tersebut terjadi tepatnya di kawasan Jalan Batung Klanduk, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, pada Sabtu (21/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pembunuhan sadis di Samarinda, korban Suimih (35).
  • Pelaku J (52) mengaku bunuh korban karena sakit hati sering difitnah.
  • Korban sempat melawan dan meminta maaf, namun tetap dipukul hingga tewas.
  • Mutilasi dilakukan atas arahan pihak lain (“ibu”), tubuh dipotong dan dibuang bertahap.
  • Aksi picu kecaman publik karena terjadi saat momen Lebaran.

Tribunlampung.co.id, Samarinda - Pengakuan mengejutkan suami di Samarinda, yang tega bunuh hingga mutilasi jasad istri sirinya, tepat saat perayaan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026.

Pelaku yang berinisial J (52), mengaku kesal kerap difitnah oleh istri sirinya, Suimih binti Chamim (35), asal Pemalang, Jawa Tengah.

Insiden berdarah tersebut terjadi tepatnya di kawasan Jalan Batung Klanduk, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, pada Sabtu (21/3/2026).

Dikutip dari TribunKaltim.co, beredar video berdurasi 5 menit 7 detik yang memperlihatkan seorang pria yang diduga sebagai pelaku memberikan kesaksian secara rinci terkait kronologis hingga motif pembunuhan sadis tersebut.

Dalam rekaman, pelaku mengakui secara terbuka bahwa dirinya melakukan pemukulan terhadap korban hingga tewas, sebelum akhirnya memutilasi tubuh korban.

Baca juga: Sakit Hati Dituduh Selingkuh, Suami Siri di Samarinda Mutilasi Istri Jadi 7 Bagian

Dalam pengakuannya, pelaku menyebut bahwa tindakan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati akibat tudingan atau fitnah yang terus dialamatkan kepadanya.

“Ya karena kita dipitnah-pitnah terus,” ucap pelaku dalam video tersebut.

Ia mengaku tidak sepenuhnya bertindak atas dorongan emosinya sendiri.

Dalam pernyataannya, pelaku menyebut adanya pengaruh dari sosok lain, yang diduga adalah ibunya, yang turut memperkeruh situasi hingga berujung pada aksi kekerasan tersebut.

Pelaku menceritakan, sebelum kejadian pembunuhan, sempat terjadi percakapan yang memancing emosi.

Ia menyebut ada dorongan dan tekanan yang membuatnya akhirnya melakukan tindakan pemukulan terhadap korban menggunakan kayu atau balok.

“Aku yang mukul… sampai mati,” katanya.

Dalam video itu juga terungkap bahwa korban sempat melakukan perlawanan dan bahkan meminta maaf, namun hal tersebut tidak menghentikan aksi pelaku.

“Dia sempat minta maaf, tapi tetap saya pukul sampai mati,” lanjutnya.

Kronologis Mutilasi

Setelah korban dinyatakan tidak bernyawa, pelaku mengaku mendapat arahan untuk memotong tubuh korban.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved