Berita Terkini Nasional
Pemilik Warung Remang-remang di Subang Ternyata Tewas Dibunuh Pelanggan
NA (47), pemilik warung remang-remang asal Tasikmalaya, tewas dibunuh oleh pelanggannya sendiri, AR (44).
Ringkasan Berita:
- Korban: NA (47), pemilik warung remang-remang asal Tasikmalaya.
- Pelaku: AR (44), pelanggan korban.
- Lokasi: Warung di Pantura, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Tribunlampung.co.id, Subang - NA (47), pemilik warung remang-remang asal Tasikmalaya, tewas dibunuh oleh pelanggannya sendiri, AR (44).
Peristiwa tragis itu terjadi di warung remang-remang yang berlokasi di wilayah Pantura, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap AR pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor.
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat dan sinergi Tim Resmob Sat Reskrim Polres Subang bersama Ditreskrimum Polda Jawa Barat, dengan dukungan Polres Bogor.
"Pengungkapan ini adalah hasil kerja cepat dan sinergis antarinstansi, sehingga pelaku dapat segera ditangkap," ujar AKBP Dony saat konferensi pers di Mapolres Subang, Kamis (26/3/2026).
Kasus ini mencuat setelah warga menemukan sesosok perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sebuah warung kopi dan karaoke di wilayah Patokbeusi, Selasa (24/3/2026) malam.
Korban diketahui bernama NA (47), warga Tasikmalaya. Saat ditemukan, jasad korban sudah mengeluarkan bau tidak sedap, diduga telah meninggal lebih dari satu hari.
Saksi mata, Ujang Suhana, mengatakan dirinya awalnya diminta seorang pemandu lagu untuk mengecek warung tersebut.
"Saya lihat pintu tertutup tapi lampu dan TV masih nyala. Terus mencium bau tidak sedap, akhirnya saya lapor polisi," ucapnya.
Petugas dari Polsek Patokbeusi bersama tim Inafis Polres Subang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi.
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa pelaku merupakan pelanggan yang kemudian ikut bekerja di tempat usaha korban.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Saat itu, pelaku mendatangi korban yang berada di kamar mandi dan mengajaknya berhubungan intim. Namun ajakan tersebut ditolak.
Kapolres menyebutkan, penolakan korban yang menganggap hubungan mereka seperti saudara memicu emosi pelaku.
Dalam kondisi marah, lanjut Dony, pelaku mengambil balok kayu dan memukul kepala korban dari belakang secara berulang hingga korban tak berdaya.
"Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat trauma tumpul di bagian kepala yang menyebabkan perdarahan fatal," katanya.
| Ibu Bhayangkari Berduaan dengan Oknum TNI di Kamar Kos, Digerebek Suami Sah |
|
|---|
| Pemicu Nenek Tega Hajar Cucunya hingga Tewas, Kayu dan Pipa Jadi Saksi Bisu |
|
|---|
| Santainya Agus, Duduk Sambil Nonton Bakar Rumah Orang Tua yang Dibakarnya |
|
|---|
| Motif Anak Perempuan Tega Aniaya Ayah Kandungnya hingga Tewas, Warga Heboh |
|
|---|
| Anak Emosi sampai Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung Gara-gara Dimarah saat Mandi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/PEMBUNUHAN-Petugas-kepolisian-mengevakuasi-jasad.jpg)