Berita Terkini Nasional

Kasus Remaja Tewas Tabrak Tiang Listrik saat Dikejar Polisi Berakhir Damai

Insiden yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur pada Rabu (25/3/2026) itu masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Tayang:
TribunJatim.com/Via TribunJateng.com
TANDA TANGAN - Keluarga pemuda tewas tabrak tiang saat dikejar polisi di Pacitan sedang membubuhkan tanda tangan pada selembar kertas bermaterai di rumah Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jumat (27/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kasus remaja tewas tabrak tiang listri setelah dikejar polisi lalu lintas (polantas) berakhir damai. 
  • Perdamaian itu setelah keluarga anggota polantas bertemu dengan keluarga korban.
  • Meski insiden yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur pada Rabu (25/3/2026) itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Tibunlampung.co.id, Jawa Timur - Kasus remaja tewas tabrak tiang listri setelah dikejar polisi lalu lintas (polantas) berakhir damai. Perdamaian itu setelah keluarga anggota polantas bertemu dengan keluarga korban.

Meski insiden yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur pada Rabu (25/3/2026) itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Anggota polantas yang mengejar remaja tersebut diwakili keluarganya hadir ke rumah duka sehari setelah korban dikebumikan.

Korban adalah Diva Tri Herianto, warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Korban dimakamkan pada Kamis (26/3/2026) di pemakaman desa setempat.

Sementara itu Jumat (27/3/2026), keluarga korban ditemui oleh istri dari Aipda RD, yang melakukan pengejaran terhadap korban hingga menabrak tiang.

Dilansit TribunJatim.com, istri Aipda RD ketika itu bersama dengan anggota Satlantas Polres Pacitan lainnya. Mereka terlihat bernegosiasi dengan pihak keluarga korban.  

Disambut Baik

Permintaan maaf dari keluarga Aipda RD anggota Satlantas Polres Pacitan nampaknya disambut baik oleh keluarga korban.

Beberapa kesepakatan terlihat ditandatangani pada beberapa kertas bermaterai. Pertemuan kedua keluarga itu diakhiri dengan saling bersalaman dan berpelukan.

Terkait hal tersebut, pihak keluarga korban yang ditemui Tribunjateng.com di rumah duka masih enggan memberikan komentar.

Pihak keluarga ingin menenangkan terlebih dahulu selepas korban dimakamkan.

Salah satu kerabat menyebutkan bahwa korban berangkat terlebih dahulu dari rumah sejak Selasa (24/3/2026) menuju Jawa Timur.

Saat itu keluarga meminta agar korban berangkat bersama menggunakan mobil pada Rabu (25/3/2026) untuk melangsungkan akad nikah kakak korban di Pacitan Jawa Timur.

Namun korban menolak karena ingin berwisata terlebih dahulu ke Gunung Bromo Probolinggo.

Karenanya, korban memilih berangkat lebih awal menggunakan sepeda motor.

Sebelum peristiwa terjadi, korban berpamitan kepada keluarga calon kakak iparnya untuk mengganti oli motor ke bengkel, hingga akhirnya korban dikabarkan meninggal karena kecelakaan. (*)

Berita Selanjutnya Viral Video Pamer Penghasilan MBG Rp6 Juta per Hari, Hendrik Irawan Minta Maaf

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved