Berita Viral

Viral Video Pamer Penghasilan MBG Rp6 Juta per Hari, Hendrik Irawan Minta Maaf

Beredar video viral yang menampilkan mitra MBG, Hendrik Irawan, berjoget sambil pamer penghasilan Rp6 juta per hari. 

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Dokumentasi/MITRA
MINTA MAAF - Hendrik Irawan di media sosial. Ia meminta maaf karena telah menimbulkan kegaduhan. 

Ringkasan Berita:
  • Beredar video viral yang menampilkan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hendrik Irawan, berjoget sambil pamer penghasilan Rp6 juta per hari. 
  • Menanggapi hal tersebut, dirinya menduga ada pihak yang menggabungkan video dengan narasi berbeda sehingga menimbulkan kesalahpahaman di publik.
  • Ia pun akhirnya meminta maaf karena telah membuat kegaduhan. 

Tribunlampung.co.id, Bandung Barat - Beredar video viral yang menampilkan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hendrik Irawan, berjoget sambil pamer penghasilan Rp6 juta per hari. 

Dalam video tersebut, Hendrik tampak asyik berjoget di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sontak ia menjadi bulan-bulanan warganet di sosial media. 

Menanggapi hal tersebut, Hendrik menyebut bahwa video tersebut dibuat dalam suasana santai saat tidak ada aktivitas kerja di dapur SPPG. Selain itu, tidak berkaitan dengan pendapatan dari program MBG seperti yang ramai dinarasikan di media sosial.

Ia menduga, ada pihak yang menggabungkan video dengan narasi berbeda sehingga menimbulkan kesalahpahaman di publik.

“Video itu sebenarnya tidak ada kaitannya dengan soal pendapatan. Ada pihak yang menggabungkan narasi berbeda sehingga seolah-olah berhubungan,” kata Hendrik saat dikonfirmasi Kompas, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Sosok Hendrik Irawan Viral Seusai Pamer Insentif Rp6 Juta dari Program MBG

Selain itu, video tersebut juga merupakan rekaman sekitar 5 bulan lalu yang kembali beredar dan kemudian viral di media sosial.

Minta Maaf

Menurut Hendrik, dirinya sempat terpancing emosi dan melaporkan akun penyebar video ke pihak kepolisian. Namun, laporan tersebut akhirnya tidak dilanjutkan setelah dipertimbangkan kembali.

“Laporannya tidak diteruskan. Saya juga kaget karena itu video lama, sekitar lima bulan lalu, tapi tiba-tiba viral,” jelas Hendrik.

Hendrik juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto.

Hendrik mengakui konten yang dibuatnya telah menimbulkan polemik di ruang publik.

“Saya mohon maaf kepada netizen. Silakan jika ada yang kecewa atau marah, saya memahami. Ini jadi pelajaran bagi saya,” ucapnya.

Dapur Dihentikan 

Sebelumnya, polemik video tersebut membuat Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur SPPG di Pangauban, Kecamatan Batujajar, yang dikelola Hendrik Irawan.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi mengatakan, aksi joget dengan latar dapur MBG dan narasi penghasilan Rp 6 juta per hari dinilai melanggar asas kepatutan di tengah kondisi ekonomi masyarakat.

“Terkait aksi yang bersangkutan, ini sebenarnya lebih ke persoalan personal yang bersangkutan, soal moral personal,” ujar Ramzi saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).

Ramzi menyampaikan, pihaknya sebelumnya telah mengingatkan agar mitra MBG menjaga etika sosial dan peka terhadap kondisi masyarakat, termasuk terkait konten yang diunggah di media sosial.

“Kami sebelumnya sudah sempat mengingatkan ke yang bersangkutan karena memang sebelumnya ada banyak postingan (joget-joget),” ucap Ramzi.

Berita selanjutnya Polresta Bandar Lampung Kini Punya SPPG di Rajabasa

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved