Berita Viral

Korban Kecelakaan Maut Bus ALS Terus Bertambah, 18 Orang Tewas

Jumlah korban tewas dalam insiden kecelakaan maut antara bus ALS tujuan Medan dengan truk tangki kini mencapai 18 orang. 

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Tribun-Medan.com/HO/IST
TABRAKAN MAUT - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Jumlah korban tewas kini mencapai 18 orang.  

Ringkasan Berita:
  • Jumlah korban tewas dalam insiden kecelakaan maut antara bus ALS tujuan Medan dengan truk tangki kini mencapai 18 orang. 
  • Polisi mengungkap dalam satu kantong jenazah ditemukan dua potongan tubuh yang saling menempel di bagian ketiak sehingga sempat diduga berasal dari satu korban.
  • Dari hasil pemeriksaan awal, bagian tubuh itu diduga milik anak kecil.

Tribunlampung.co.id, Sumsel - Jumlah korban tewas dalam insiden kecelakaan maut antara bus ALS tujuan Medan dengan truk tangki kini mencapai 18 orang. 

"Benar hingga hari ini korban meninggal dunia bertambah menjadi 18 orang," ucap Karumkit RS Bhayangkara Moh Hasan, Kombes Pol Budi Susanto, dikutip dari TribunSumsel, Jumat (8/5/2026).

Dr. Budi mengatakan, terkait proses identifikasi korban oleh tim DVI Polda Sumsel, tim menemukan 16 kantong jenazah.

Namun, setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan lanjutan, ditemukan tambahan bagian tubuh yang diduga berasal dari korban lain.

“Yang kita lakukan di sini hanya terfokus kepada identifikasi saja. Kemarin sudah dirilis ada 16 kantong jenazah. Ternyata pada hasil penelusuran hari ini, kita menemukan 17 jenazah (di lokasi kejadian),” ungkap Dr. Budi.

Baca juga: Aldi Bersama Istri dan Anaknya Tewas Kecelakaan Bus ALS, Jasad Sekeluarga Asal Way Kanan Diautopsi

Ia menerangkan, dalam satu kantong jenazah ditemukan dua potongan tubuh yang saling menempel di bagian ketiak sehingga sempat diduga berasal dari satu korban.

 “Setelah kita lakukan pemeriksaan, kita curigai bahwa ini bukan bagian tubuh dari yang satu lagi. Berbeda dia,” ungkapnya.

Sambung Dr. Budi, tim DVI juga menyebutkan kondisi potongan tubuh tersebut sangat kecil dan hancur, sehingga jenis kelaminnya belum dapat dipastikan. Namun, dari hasil pemeriksaan awal, bagian tubuh itu diduga milik anak kecil.

“Kita menduga temuan satu body part tadi diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah lima tahun,” bebernya.Lebih jauh Dr. Budi mengatakan total korban meninggal akibat kecelakaan bus tersebut kini berjumlah 18 orang.

“18 orang yang meninggal akibat kecelakaan tersebut, tapi yang meninggal di tempat pada saat itu 17 orang termasuk kantong yang berisikan dua potongan tubuh. Satu orang korban lagi meninggal dunia yakni Fahrul, warga Tegal, di RSUD Rupit," ungkapnya.

Fahrul Sempat Dirawat

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Prov Sumsel, Trisnawarman, mengatakan salah satu korban bernama Fahrul meninggal dunia karena luka yang dialaminya sangat berat.

Padahal, korban sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit. 

“Korban meninggal akibat Acute Respiratory Failure atau gagal napas terkait luka bakar 90 persen,” kata Kadinkes Sumsel.

Lanjut Trisnawarman, sedangkan untuk kondisi satu korban lainnya yang masih menjalani perawatan intensif yakni Jumiatun (34), diagnosisnya luka bakar 80 sampai 89 persen di seluruh badan.

"Sekarang kondisi pasien tensinya 110, SpO2-nya 100 persen, tetapi masih menggunakan ventilator,” bebernya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved