Berita Viral

Dubes Iran Sowan ke Jokowi di Solo untuk Minta Nasihat

Dubes Iran Boroujerdi mendatangi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026).

Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Dokumentasi/Kedubes Iran untuk Indonesia
SOWAN KE JOKOWI - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Dalam pertemuan itu, Dubes Iran meminta nasihat Jokowi terkait perang Israel-AS dan dampaknya bagi rakyat Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mendatangi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026) siang.
  • Sebab, menurut Boroujerdi presiden sebelum Prabowo Subianto itu menunjukkan dukungan terhadap Iran.
  • Dubes Iran juga meminta nasihat diplomatik kepada Jokowi.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mendatangi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026) siang.

Dubes Iran tiba di kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah sekitar pukul 11.30 WIB. Jokowi menyambut ramah tamunya di depan pintu masuk.

"Selamat datang di Solo. Selamat datang di rumah saya," kata Jokowi, dikutip dari Tribunnews, Rabu. 

Boroujerdi sempat membicarakan kondisi terkini, bagaimana perang mengakibatkan korban berjatuhan. Sebab menurutnya presiden sebelum Prabowo Subianto itu menunjukkan dukungan terhadap Iran.

“Saya menyampaikan laporan kondisi terakhir negara kami yang diserang oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat. Beliau menyampaikan dukungan terhadap bangsa Iran,” jelasnya.

Baca juga: Jokowi Disebut Setujui Restorative Justice Rismon Sianipar, Berkas Tengah Disiapkan

Ia juga menyatakan belasungkawa atas anggota TNI yang gugur di Lebanon. Mereka bertugas sebagai pasukan perdamaian di tengah kecamuk perang.

“Saya juga dalam kesempatan ini menyatakan belasungkawa atas serangan keji terhadap pasukan perdamaian di Lebanon. Dalam serangan tersebut, tiga prajurit sebagai bagian dari pasukan perdamaian, putra terbaik bangsa ini, harus kehilangan nyawa dan syahid. Beberapa lainnya mengalami cedera akibat serangan Zionis,” jelasnya.

Jokowi mengungkapkan ingin menjaga hubungan diplomatik dengan Iran. Menurutnya menjaga hubungan diplomatik merupakan hal yang penting.

“Intinya kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira ini baik untuk ekonomi dan geopolitik,” terangnya.

Salah satu dampak yang dirasakan Indonesia akibat perang yakni terhambatnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) karena pembatasan yang diberlakukan Iran.

Jokowi tak membantah hal ini menjadi topik bahasan. Namun ia enggan mengungkapkan lebih detail, sebab tindak lanjut peristiwa ini merupakan kewenangan pemerintah.

“Tadi saya menyampaikan banyak hal. Tapi itu (Selat Hormuz) urusan pemerintah,” jelasnya.

Ia juga menyatakan dukungan untuk menghentikan perang. Menurutnya, perang akan membuat warga mengalami kerugian dari berbagai aspek.

“Saya kira baik kampanye untuk menghentikan perang. Dunia ini butuh dunia yang damai, membutuhkan relasi hubungan yang baik antarnegara, sehingga kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi berjalan normal. Misalnya, semua negara kesulitan energi dan minyak. Itu tidak terjadi kalau perang tidak ada,” tuturnya. 

Minta Nasihat 

Boroujerdi meminta nasihat kepada Jokowi yang memiliki pengalaman memimpin diplomasi Indonesia selama 10 tahun.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved