Berita Terkini Nasional

SPBE Cimuning Meledak Hebat, 17 Orang Jadi Korban, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Stasiun Pengisian Bulk Elpiji ( SPBE ) Cimuning, Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat meledak hebat hingga mengakibatkan sebanyak 17 orang menjadi korban.

TribunJakarta.com/Instagram Bekasi.Terkini
SPBE MELEDAK HEBAT - Kebakaran hebat terjadi di kawasan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam. Insiden tersebut terjadi setelah SPBE Cimuning meledak hebat. Kejadian tersebut memicu kepanikan warga setelah terdengar suara ledakan keras berulang dari lokasi kejadian. 

Ringkasan Berita:
  • Ledakan SPBE Cimuning, Rabu (1/4/2026), picu kebakaran besar
  • 17 korban luka (sebagian >50 persen), dirawat di RS
  • Api hanguskan ±2.000 m⊃2; & puluhan rumah
  • Dugaan sementara korsleting listrik, masih diselidiki
  • Warga sempat cium bau gas, kebocoran diduga sejak sore

Tribunlampung.co.id, Bekasi - Stasiun Pengisian Bulk Elpiji ( SPBE ) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat meledak hebat hingga mengakibatkan sebanyak 17 orang menjadi korban.

Ke-17 orang tersebut mengalami luka-luka. Insiden meledaknya SPBE Cimuning tersebut terjadi tepatnya pada Rabu (1/4/2026) malam.

Warga yang mendengar suara ledakan tersebut panik hingga berhamburan keluar rumah. Ledakan yang berujung kebakaran itu juga menghanguskan sekitar 2.000 meter lahan serta puluhan rumah warga di sekitar lokasi.

Dikutip dari TribunJakarta.com, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo mengatakan, para korban saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

"17 orang yang dilakukan perawatan, sebagian juga memang lukanya, luka bakar di atas 50 persen. Ada ibu dan balita ada, balitanya tadi alhamdulillah tidak terkena luka bakar," ujarnya di lokasi, Kamis (2/4/2026) dikutip Kompas.com. 

Baca juga: Polisi Tangkap 1 Orang atas Kasus Ledakan Maut yang Tewaskan Bocah 9 Tahun

Ia menegaskan bahwa pihaknya saat ini memprioritaskan penanganan korban sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

"Seperti kita ketahui, kita fokus kepada para korban terlebih dahulu bagaimana keselamatan jiwa para korban, kemudian baru kita melangkah ke yang lain," tutur Kusumo.

Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan melibatkan tim forensik.

"Untuk saksi-saksi juga sudah dilakukan pemeriksaan. Ini tadi dari forensik juga sudah datang," jelasnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Heryanto.

"Dugaan sementara akibat adanya arus pendek listrik," katanya.

Kebakaran terjadi saat SPBE tengah beroperasi, sehingga meningkatkan risiko, termasuk potensi ledakan gas.

Proses pemadaman pun sempat mengalami kendala karena api melibatkan gas yang memerlukan penanganan khusus.

"Gas seperti ini perlu penanganan khusus dan harus dipetakan di mana titik apinya," ujarnya.

Warga sempat cium bau gas

Sumber: Tribun bekasi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved