Berita Terkini Nasional
Warga Geger Dengar Suara Teriakan Minta Tolong Saat Dini Hari, Damkar Turun Tangan
Teriakan minta tolong berasal dari jukir, yang diketahui bernama Iwan, warga Kemiri, Kota Salatiga, ditemukan dalam kondisi terjepit kursi taman.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Jukir bernama Iwan terjepit kursi taman di Lapangan Pancasila, Salatiga, Minggu (5/4/2026) dini hari.
- Ia tertidur karena kelelahan, lalu saat bangun tubuhnya terjepit dan tak bisa lepas.
- Warga yang mendengar teriakan melapor ke Damkar.
- Evakuasi pakai gerinda, berlangsung hampir 1 jam. Korban selamat, alami luka di pinggang dan perut.
Tribunlampung.co.id, Salatiga - Warga yang melintas di sekitar alun-alun Lapangan Pancasila, Kota Salatiga, Jawa Tengah, dibuat heboh atas suara teriakan minta tolong saat dini hari.
Suara yang awalnya terdengar samar tersebut lama kelamaan menjadi terdengar kencang. Warga pun menelusuri asal suara.
Betapa terkejutnya warga ketika menemukan sumber suara teriakan minta tolong tersebut berasal dari area taman.
Seorang juru parkir (jukir), yang diketahui bernama Iwan, warga Kemiri, Kota Salatiga, ditemukan dalam kondisi terjepit kursi taman.
Insiden itu terjadi pada Minggu (5/4/2026), sekitar pukul 02.30 WIB.
Baca juga: Oknum Dosen Terekam CCTV Melecehkan Wanita di Minimarket, Korban Teriak Minta Tolong
Warga pun segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Salatiga, untuk membantu Iwan lepas dari jerat kursi taman tersebut.
Dikutip dari TribunJateng.com, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, mengatakan laporan masuk sekitar pukul 02.30 WIB dari dua pemuda yang melintas di lokasi kejadian.
“Dua pemuda yang melintas mendengar korban meminta tolong, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mako Damkar,” ujar Ponco.
Petugas yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 02.59 WIB.
Setibanya di lokasi, tim mendapati korban dalam kondisi terjepit pada bagian kursi taman dan tidak dapat melepaskan diri.
Ponco menjelaskan, peristiwa bermula saat korban datang ke kawasan alun-alun pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Setelah seharian bekerja sebagai juru parkir, korban berniat beristirahat.
Karena kelelahan, korban kemudian tertidur di kursi taman.
Namun saat terbangun beberapa jam kemudian, tubuhnya sudah berada dalam posisi terjepit dan sulit digerakkan.
“Korban sempat berusaha melepaskan diri, namun tidak berhasil hingga mengalami luka di bagian pinggang dan perut,” jelasnya.
| KA Argo Bromo Tabrakan Lagi, Kali Ini 4 Orang Tewas di Grobogan |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Vs Mobil Pengantar Jemaah Haji, 4 Tewas |
|
|---|
| Pelajar Tewas Terlindas Truk Gandeng, Kecelakaan Libatkan 3 Kendaraan |
|
|---|
| Guru Ponpes Tewas Tak Wajar di Lahan Kosong Diduga Dibunuh, Barang Berharga Raib |
|
|---|
| Guru Ponpes Tewas Mengenaskan di Lahan Kosong, Penuh Luka dan Pendarahan Hebat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Warga-Geger-Dengar-Suara-Teriakan-Minta-Tolong-Saat-Dini-Hari-Damkar-Turun-Tangan.jpg)