Kecelakaan Kereta Api

Korban Tabrakan Kereta Bertambah, 16 Tewas dan 91 Luka-luka

Korban tewas dalam kecelakaan kereta yang melibatkan Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line bertambah menjadi 16 orang.

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Tribunnews/Jeprima
KORBAN TEWAS BERTAMBAH - Petugas gabungan mengevakuasi gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Korban tewas dalam kecelakaan kereta bertambah menjadi 16 orang. 

Ringkasan Berita:
  • Korban tewas dalam kecelakaan kereta yang melibatkan Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat bertambah menjadi 16 orang.
  • Korban berinisial MC (25) sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. 
  • Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Anne Purba menyebut total korban mencapai 107, terdiri dari 16 tewas dan 91 luka-luka. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Korban tewas dalam kecelakaan kereta yang melibatkan Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat bertambah menjadi 16 orang.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (29/4/2026).

"Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang," ungkapnya, dikutip dari Kompas

Seperti diketahui, kecelakaan melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi pada Senin (27/4/2026) malam. 

Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

Baca juga: Korban Tabrakan Kereta Bertambah, 15 Penumpang Tewas

Menurut penjelasan Kombes Pol Budi Hermanto, satu korban tewas itu sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan. 

"Informasi kami terima hari ini pukul 11.00 siang ini di RSUD Kota Bekasi, seorang perempuan inisial MC, usia 25 tahun, meninggal dunia," jelasnya. 

Penambahan jumlah korban meninggal juga dikonfirmasi Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Anne Purba.

"Hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka," ucapnya, Rabu.

Ia menambahkan dari 91 orang yang mengalami luka-luka, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan," tuturnya.

KAI Minta Maaf

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan permintaan maaf atas kecelakaan kereta yang menimbulkan korban serta mengakibatkan gangguan perjalanan kereta.

"Permohonan maaf ini khususnya kami sampaikan kepada keluarga korban, pelanggan, serta masyarakat yang terdampak, baik secara langsung meupun tidak langsung," kata dia dalam konferensi pers, Rabu.

Ia pun menyampaikan pihaknya mendukung penuh investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kita mendukung investigasi yang sedang dan akan dilakukan oleh KNKT," ujarnya.

"Dan tentunya kita juga akan mematuhi, dan mengikuti semua rekomendasi yang akan dilakukan oleh KNKT," imbuh Bobby.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved