Berita Viral
Rumah Bu Bidan Digeruduk Polisi, Ternyata Simpan 11 Bayi
Polisi menggeruduk sebuah rumah bidan yang ada di Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Polisi menggeruduk sebuah rumah bidan yang ada di Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
- Setidaknya terdapat 11 bayi yang ada di sana, beberapa di antaranya dalam kondisi sakit.
- Alasan belasan bayi di sana adalah diduga dititipkan orangtuanya yang sibuk.
Tribunlampung.co.id, Sleman - Polisi menggeruduk sebuah rumah bidan yang ada di Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
Bukan tanpa alasan, polisi mendapat laporan bahwa rumah tersebut menampung banyak bayi di dalamnya. Mendapat informasi tersebut, Polresta Sleman bersama Dinsos, Dinkes, Disdik, serta Puskesmas datang ke lokasi.
Benar saja, setidaknya terdapat 11 bayi yang ada di sana. Pihak kepolisian pun merasakan adanya kejanggalan.
"Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi di Hargobinangun tersebut, di satu rumah dirawat tiga orang," ujar Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi seperti dilansir dari Tribunjateng, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari 11 bayi tersebut ada tiga yang mengalami sakit. Tiga bayi tersebut kemudian dibawa ke RSUD Sleman untuk mendapatkan perawatan.
Baca juga: Bocah SD Temukan Jasad Bayi Tak Utuh Dimakan Anjing, Pelaku Buang Bayi Terkuak
"Kami tentunya selalu berhati-hati karena ini terkait dengan anak. Prioritas kami adalah keselamatan dan kesehatan anak, serta masa depannya," ucapnya.
"Pada hari itu, dari dinas yang berkompeten melakukan evakuasi," imbuhnya.
Adapun bayi-bayi itu memiliki beragam penyakit.
"Ada yang sakit jantung bawaan, sakit kuning, dan hernia. Namun yang hernia dan kuning ini sudah dalam keadaan normal."
"Untuk yang jantung karena bawaan, mungkin nanti ada tindaklanjutnya," tuturnya.
Alasan Orangtua Titip Bayi
Menurut AKP Mateus Wiwit, 11 bayi itu dilahirkan di bidan inisial OR di Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.
Setelah melahirkan, bayi kemudian dititipkan sementara ke bidan tersebut.
"Awalnya adalah hanya satu orang yang melahirkan di sana, kemudian si ibunya ini menitipkan kepada bidan tersebut untuk dirawat."
"Mungkin karena kemanusiaan dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu bisa diterima oleh bidan itu," ungkapnya.
Dalam perkembangannya, lanjut AKP Mateus Wiwit, 10 orang lainnya yang melahirkan di bidan tersebut juga menitipkan bayinya. Mereka menitipkan bayi ke bidan inisial OR dengan berbagai alasan.
| Sopir Bus Halmahera Kabur Usai Tewaskan 4 Penumpang, Kini Diburu Polisi |
|
|---|
| Pengakuan Bryan, Pria yang Diduga Selingkuhan Polwan, 3 Kali Berhubungan |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Bus Halmahera di Tol Sergai Medan, 4 Tewas dan 19 Luka-luka |
|
|---|
| Jawaban Sama Beda Nilai, Juri LCC 4 Pilar Viral, Wakil Ketua MPR Minta Maaf |
|
|---|
| Digerebek Suami, Polwan Bantah Selingkuh, Pria Bersamanya Malah Ngaku 3 Kali Berhubungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Siswa-SMP-melahirkan-bayi-di-kamar-mandi.jpg)