Berita Terkini Nasional

Presiden Prabowo Sedih, Terima Laporan Ada Mantan Jenderal Terlibat Korupsi

Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih menerima laporan eks jenderal diduga korupsi. Ia menegaskan pangkat tak boleh jadi tameng hukum.

Tayang:
Tribunnews.com/Biro Pers Presiden
SINDIR JENDERAL - Presiden memberikan sindiran kepada kalangan perwira tinggi militer, termasuk para mantan jenderal, yang terjerat dalam kasus tindak pidana korupsi. 
Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto sedih terima laporan mantan jenderal diduga korupsi.
  • Pernyataan disampaikan saat meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk.
  • Prabowo tegaskan jenderal tak boleh kebal hukum.
  • Ia kecewa pejabat yang diberi amanah justru menyelewengkan uang rakyat.
  • Presiden minta TNI, polisi & kejaksaan bersih-bersih internal.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih setelah menerima laporan adanya mantan jenderal dan perwira tinggi militer yang diduga terlibat kasus korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyindir keras para pejabat berlatar belakang militer yang dinilai gagal menjaga kehormatan di akhir masa pengabdian mereka.

Menurutnya, status sebagai jenderal atau mantan jenderal tidak boleh menjadi tameng untuk menghindari proses hukum apabila terbukti menyelewengkan uang rakyat.

“Apakah dia jenderal atau mantan jenderal, harus memberi contoh. Dulu kamu jago perang, ya sekarang buktikan ke rakyat bahwa kamu selesaikan kariermu, tetap dengan kehormatan. Ini saya sampaikan, kalau saya dapat laporan,” ujar Prabowo, dilansir Tribunnews.com.

Baca juga: Rupiah Ambruk Nyaris Rp17.600, Prabowo: Indonesia Masih Oke

Presiden juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap sejumlah orang yang sebelumnya pernah ia percaya dan beri jabatan penting, namun justru menyalahgunakan amanah tersebut.

Ia menilai tindakan korupsi bukan hanya merusak nama pribadi, tetapi juga meninggalkan beban moral bagi keluarga pelaku.

“Orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan diberi jabatan yang penting, begitu dia menjabat, nyeleweng, nyuri uang rakyat, bagaimana? Apa yang harus saya buat? Saya sedih di ujung puncak karier, yang paling saya sedih adalah nanti anak dan istrinya,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut meminta seluruh aparat penegak hukum melakukan pembenahan internal dan berani mengoreksi praktik penyelewengan di institusi masing-masing.

Ia menegaskan pemberantasan korupsi harus dimulai dari keberanian pimpinan memberi teladan yang bersih kepada masyarakat.

“Mari kita bersama-sama memperbaiki. Tetapi, seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri. Kejaksaan, kepolisian, tentara, harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved